Kamera Sony : Spesifikasi, Harga dan Review Lengkap

Senang mencari kamera terbaik berkualitas dengan harga terjangkau ? Jawabannya adalah : Kamera Sony.

Kamera merupakan salah satu produk yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Tanpa adanya benda tersebut, manusia tidak bisa melihat apa yang pernah terjadi di masa lalu.

Banyak variasi dari kamera berdasarkan jenisnya, pembuatnya, dan lain-lain. Salah satu yang menjadi rekomendasi dari banyaknya produk kamera adalah kamera Sony.

Sebagai brand yang sudah berkompeten di bidangnya, Sony sudah berhasil mengeluarkan berbagai macam produk kamera dengan berbagai jenis.

Mulai dari kamera digital, kamera prosumer, termasuk kamera mirrorless yang mana termasuk produk yang bisa dibilang baru dalam dunia fotografi.

Sebelum mengetahui apa saja produk yang diproduksi oleh Sony, alangkah lebih baiknya untuk mengetahui bagaimana sejarah dari kamera Sony.

Sony awal mulanya merilis Sony Alpha dengan tipe kamera DSLR atau Digital Single Lens Reflex.

Perusahaan ini menjadi satu-satunya yang mampu merilis kamera dengan tipe SLT. SLT memiliki kepanjangan yang hampir sama dengan SLR, akan tetapi huruf T pada SLT berarti Translucent.

Cermin reflex yang ada pada kamera Sony diganti dengan cermin translucent yang semi transparan.

Kamera ini dirilis pertama kali tahun 2006 tepatnya pada tanggal 5 Juni. Produk dari Sony yang dirilis pertama mengolah teknologi dari kamera kenamaan pada waktu itu, yaitu Konica Minolta.

Teknologi yang ada pada kamera Sony yang pertama kali digunakan pada lensa Minolta AF SLR. Harga kamera ini sekarang sudah berada di kisaran harga dibawah 1 juta.

Minolta yang absen dari dunia kamera pada tahun 2006 membuat Sony mengakuisisi aset-aset dari Minolta. Hal inilah yang membuat Sony makin berjaya hingga sekarang. Tidak cukup hanya berjaya saja, tetapi ada beberapa penghargaan yang diraih oleh Sony.

Kamera Sony yang berseri alpha menggunakan A mount ini terakhir kali ada pada Sony A580. Spesifikasi dari kamera tersebut terbilang bagus dengan adanya sensor tambahan dan sampai saat ini tidak ada teknologi seperti itu pada kamera Sony.

Salah satu dari kamera yang pernah menjadi tonggak sejarah Sony adalah kamera Sony NEX. Kamera ini menjadi kamera mirrorless yang menggunakan sensor APS-C. Selain itu, lensa E mount dihadirkan pada kamera mirrorless ini.

Bagi yang memiliki lensa A mount yang ingin memasang ke kamera ini bisa menggunakan kamera A mount.

Sony juga menjadi produsen kamera mirrorless full frame pertama dengan nama Sony Alpha A7 dan Sony Alpha A7R. Nama alpha digunakan pada produk ini akan tetapi sebenarnya menggunakan lensa E-mount yang mana didesain untuk Sony NEX.

Walaupun bisa dipasang, akan tetapi hasil dari kamera ini nantinya harus dipotong melalui aplikasi.

Pada tahun 2018, Sony meraih lima penghargaan pada EISA Award yang mana tiga diraih produk kamera sedangkan sisanya produk lensa.

EISA yang kepanjangannya European Imaging and Sound Association ini menjadi organisasi editorial multimedia terbesar di Eropa.

Penghargaan yang diraih adalah superzoom camera yang disabet oleh Sony Cybershot RX10 IV. Pada kategori professional mirrorless camera diraih oleh Sony Alpha A7R III.

Sony Alpha A7 III berhasil menyabet penghargaan camera of the year.

Teknologi baru selalu hadir dalam berbagai produk kamera Sony. Mereka bertujuan untuk memuaskan penggemarnya dalam menghadirkan berbagai teknologi terkini.

Harga kamera bekasnya pun berada di kisaran dibawah 2 juta untuk kamera sony DSC. Selain itu juga mereka beradaptasi dengan kemajuan zaman yang menuntut untuk semakin berkembang.

Sony menjadi kamera pilihan yang bisa digunakan untuk berbagai kondisi. Selain itu, kamera Sony bisa digunakan untuk merekam video dengan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi.

Hal ini tentu membuat Sony di pasaran sangat diburu terutama untuk para konten kreator di Youtube.

Kamera Mirrorless Sony ; Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkapnya

Sony yang memang terkenal sebagai perusahaan terkemuka di dunia, seakan tidak pernah puas untuk memanjakan para penggunanya. Salah satunya jajaran kamera mirrorless-nya yang terkenal lengkap dan juga tangguh di pasaran.

Berikut adalah ulasan lengkap kamera mirorrless Sony mulai dari spesifikasi hingga harga:

1. Sony Alpha A5100

Sony Alpha a5100
Sony Alpha a5100

Banyak yang bilang kamera mirrorless Sony yang satu ini sebagai kamera pemula dengan fitur kelas atas. Meski pun diciptakan untuk pemula Sony Alpha A5100 ini memang memiliki kinerja yang sangat baik dan mumpuni saat digunakan memotret subyek bergerak.

Secara singkat, spesifikasi kamera Sony Alpha a5100 adalah sebagai berikut.

  • Pixel: 24,7 MP
  • Optical Zoom: –
  • Memory card: SD/ SDHC/ SDXC/ Memory stick
  • Display Size: 3”
  • Battery: NP-FW50 Rechargeable Lithium-ion

Dibandrol dengan harga di atas 5 juta kamera ini merupakan gabungan antara beberapa type kamera Sony sebelumnya dengan sedikit penambahan fitur.

Melihat fitur-fitur yang tersemat di dalam kamera ini maka harga yang dibandrol bisa dianggap sesuai dengan kinerjanya. Bagi pecinta fotografi yang memiliki budget terbatas Sony juga memiliki kamera yang dibawah 2 juta bahkan dibawah 1 juta.

Fitur utama yang ada pada kamera Sony Alpha a5100 adalah sensor 24 MP dengan ukuran APS-C,ISO 100-25600, burst 6 fps, hybrid AF (179 titik deteksi fasa, 25 area deteksi kontras).

Bagian layar menggunakan teknologi touch screen hanya untuk memilih fokus dan memotret. Di dalamnya juga tersemat fitur built-in flash, bisa di bounce dan simultan recording full HD dan HD 720 juga XAVC S codec.

Kamera yang masuk dalam jajaran mirrorless ini memiliki ukuran sangat imut layaknya Sony DSC sesuai dengan lensa 16-50 mm power zoom.  Jika dilihat dari depan terdapat dudukan lensa E-mount standar Sony, di bagian belakang terdapat berbagai tombol umum, namun tidak ada tombol Fn di kamera Alpha a5100 ini.

Untuk pengaturan fisik masih harus dilakukan manual dengan menekan tombol OK dan memutar rodanya, sedikit repot tapi begitu adanya. Oleh sebab itu kamera ini kurang cocok bagi profesional yang sering dan cepat berganti-ganti setting.

Masih banyak keunikan kamera ini jika dibandingkan dengan kamera Sony lainnya yaitu dirancang tanpa jendela bidik. Satu-satunya cara saat ingin memotret adalah menggunakan live view melalui layar LCD utama.

Untuk menu pada kamera Sony Alpha a5100 memang berbeda dengan Sony Nex, menu di kamera ini disusun dengan banyak dan nomor yang mendatar. Terlihat tampak rapi tapi sedikit memusingkan pada saat penggunaan awalnya.

Pengguna harus menghafal setiap setting favorit dan nomor tabnya agar tidak terlalu lama saat melakukan setting.

Menu untuk setting video juga sangat lengkap dengan pilihan format video XAVC S, AVCHD dan MP4. Setiap settingan tersebut membutuhkan spesifikasi kartu memori yang berbeda-beda, sehingga pengguna harus memastikan dahulu kartu memori yang akan digunakan.

Selanjutnya adalah kinerja serta performa kamera Sony jenis Alpha yang satu ini terasa responsif sehingga tidak terasa ada shutter lag. Auto fokusnya juga cepat dengan kemampuan tembak 6 foto setiap detiknya membuat kamera Sony untuk pemula ini sudah terasa DSLR semi pro.

Auto fokusnya telah menggunakan sistem hybrid AF yang memadukan antara deteksi kontras dengan deteksi fasa. Kedua detector tersebut sebenarnya memiliki kelebihan masing-masing, sehingga ketika digabungkan membuat auto fokus Sony Alpha a5100 ini semakin bagus auto fokusnya.

Meski pun diciptakan sebagai kamera untuk pemula namun performa kamera Sony yang satu ini tetap menunjukkan kinerja cepat. Auto fokusnya bahkan setara dengan kamera kelas atas saja yang memiliki perpaduan deteksi yang sangat baik.

Namun sayang touch screennya tidak bisa untuk mengatur menu, tapi hanya untuk memilih fokus dan memotret. Fitur yang cukup baik juga terdapat pada kemampuan merekam videonya, pengguna bisa mengatur eksposur dengan manual selama melakukan rekam video.

Dengan berbagai kelebihan kamera Sony Alpha a5100 sebagai kamera pemula menunjukkan bahwa teknologi terus berkembang. Bahkan pada kamera pemula pun bisa disematkan teknologi yang sangat bagus secanggih kamera Sony cybershot.

2. Sony Alpha A6000

Sony Alpha A6000
Sony Alpha A6000

Sony Alpha a6000 dikenal sebagai jenis kamera mirrorless yang memiliki performa baik. Kamera yang satu ini cocok bagi pemula yang ingin mencoba kamera mirroless terbaik.

Sony sendiri telah merilis tiga penerus dari kamera ini yaitu a6300, a6500, dan yang terbaru a6400.

Harga dan Spesifikasi Sony a6000

Kamera ini tak memiliki harga dibawah 2 juta rupiah karena kualitasnya cukup tinggi. Di situs resminya, kamera Sony a6000 dijual dengan dua jenis harga. Pertama harga 7,49 juta rupiah untuk Body Only, lalu kedua seharga 8,9 juta rupiah untuk Body + Zoom Lens.

Meski cocok untuk pemula, Sony a6000 memiliki spesifikasi mumpuni sesuai dengan harga jualnya. Berikut ini spesifikasi Sony Alpha a6000:

  • Piksel: Aktual 24.7 piksel, efektif 24.3 piksel
  • Resolusi maksimum: 6000 x 4000
  • Aspek Rasio: 3 : 2
  • Tipe Sensor: CMOS
  • Sensitivitas ISO: Auto 100 sampai 25600
  • Monitor: Tilting LCD 3”
  • Wireless: Wi-Fi
  • Ukuran: 120 x 67 x 45 mm
  • Berat: 344 gram (bodi dengan baterai dan memori)

Kamera mirrorless ini memiliki banyak pilihan tambahan lensa dan aksesoris. Harga untuk lensa tambahan yang bisa diganti-ganti ini cukup beragam. Ada lensa yang memiliki harga yang sangat mahal sampai puluhan juta namun bisa menghasilkan kualitas gambar profesional.

Harga aksesorisnya sendiri hampir tak ada yang dibawah 1 juta rupiah.

Fitur Kamera Sony Alpha A6000

Kamera Sony a6000 Alpha dengan harga medium ini dilengkapi dengan beragam fitur menarik. Sony mirroless ini tentunya berbeda dengan Sony cybershot atau Sony dsc. Berikut ini beberapa fitur menarik yang dimiliki oleh kamera Sony a6000:

  • Performa AF Tercepat. Kamera ini dapat menangkap objek dengan jelas meskipun dalam keadaan bergerak. Ini karena sudah dilengkapi oleh Fast Hybrid AF yang memiliki kemampuan deteksi yang lebih cepat.
  • Eye AF. Saat objek foto berpaling dari kamera maka wajahnya tetap terfokus dengan tajam. Hal ini mungkin terjadi karena adanya Eye AF yang akurat sehingga tetap bisa menangkap momen penting.
  • Tiltable LCD Screen. Kamera Sony ini dilengkapi dengan monitor LCD 3” yang bisa dimiringkan. Monitor ini memudahkan untuk merekam atau memotret dari berbagai sudut.
  • Full HD Movies. Tekan tombol MOVIE untuk mulai merekam video yang tajam. Ada pilihan mode yang bisa dipilih untuk menghasilkan video berkualitas dan artistik. Kamera mirroless yang satu ini mampu menghasilkan video Full HD yang minim noise.
  • Simple Sharing. Kamera ini dilengkapi dengan wi-fi dan NFC one-touch yang memudahkan pengguna untuk membagikan file. Jadi tanpa perlu membuka memori, file bisa langsung dikirimkan ke perangkat lain.

Desain Kamera Sony A6000

Kamera Sony Alpha a6000 memiliki desain yang compact, dengan ukuran setengah dari rata-rata kamera DSLR. Memiliki berat 344 gram, kamera ini cukup ringan namun tetap solid saat dipegang. Grip kamera cukup nyaman saat dipegang meskipun dengan tangan yang besar.

Tak seperti kamera mirroless yang biasanya tak memiliki electronic viewfinder dan flash, kamera yang satu ini memiliki keduanya. Resolusi pada EVF sendiri cukup rendah namun lebih dari cukup.

Di bagian belakang kamera terdapat layar monitor LCD yang terang dan jelas. Layar ini bisa dimiringkan sampai 90 derajat, dan diturunkan sampai 45 derajat. Jika menggunakan di luar ruangan yang cukup terang maka lebih baik menggunakan EVF, karena pada monitor kurang terlihat.

Pada bagian kontrol, kamera Sony a6000 ini memiliki pilihan kostumisasi. Pengguna tidak perlu bingung, jika sudah nyaman maka tidak perlu diganti lagi.

Secara umum kontrol untuk memotret, merekam, dan pengaturan lainnya dapat dijangkau dengan mudah.

3. Sony Alpha A6100

Sony Alpha a6100
Sony Alpha a6100

Kamera Sony Alpha a6100 adalah produk dari Sony yang diluncurkan pada tahun 2019 yang dianggap penerus dari produk sebelumnya A6000. Sony menyasar kalangan fotografer pemula atau hobbyist dengan merilis A6100 ini.

Produk ini dianggap menggantikan produk serupa yang dirilis sebelumnya yaitu A6000.

Masih membawa konsep yang sama namun dengan beberapa peningkatan sistem auto fokus yang semakin cepat. Selain itu A6100 memiliki layar bisa dibalik untuk selfie dan vlogging serta warna yang lebih baik.

Spesifikasi Sony Alpha A6100 :

  • Sensor CMOS APS-C 24 megapiksel
  • Sistem fokus auto fokus 425 titik
  • Pemroses gambar BIONZ X
  • Jendela bidik elektronik 1,44 juta dot
  • LCD layar sentuh miring 3 inci dengan resolusi 921.6K titik
  • 11 fps pemotretan beruntun
  • Rentang ISO 100-32000 (dapat diperluas hingga 51200)
  • Video 4K
  • Nirkabel terintegrasi dan Bluetooth

Dari daftar spesifikasi di atas tentu saja auto fokus menjadi fitur andalan pada kamera A6100 ini. Setelah sebelumnya masyarakat luas memberikan pengakuan Real-time Eye AF pada kamera Sony yang dikeluarkan sebelumnya A6400.

Kamera ini pun memiliki fitur yang sama yang bisa melacak wajah dan mata subyek secara akurat dan real time.

Untuk seorang pemula mungkin seperti mimpi bisa memotret dan mengambil video dengan kamera ini karena kemampuannya sudah cukup mumpuni. Namun bagi seorang professional untuk videographer misalnya, A6100 masih kurang kompeten kemampuannya dibandingkan a6400.

Kamera Sony Alpha A6100 ini dibandrol dengan harga cukup terjangkau apalagi bagi pemula waktu masih pertama dikeluarkan dulu harganya masih dibawah 7 juta.

Mungkin harga tersebut masih cukup tinggi bagi para hobbyist yang hanya menggunakan kamera untuk sekedar hobby. Jika demikian bisa mencari kamera dengan harga dibawah 2 juta atau bahkan dibawah 1 juta rupiah.

Untuk Sony A6100 harganya sudah sangat sesuai dengan spesifikasi dan fitur yang ditawarkan di dalam kamera ini. Contohnya saja untuk pengambilan gambar video menggunakan A6100 ini sangat mudah dilakukan karena LCD bisa dimiringkan serta memiliki input mokrofon.

A6100 memiliki sensor CMOS APS-C 24 MP, yang masih sama dengan seri A6000. Namun diperbarui untuk beberapa kemampuannya seperti auto fokus yang lebih baik yang mendukung real-time Eye AF.

Sensor ini juga meningkatkan pemrosesan warna lebih baik dari A6000 untuk video gerak lambat.

Untuk bentuk dan desain dari Sony Alpha A6100 sendiri masih mempertahankan bentuk klasik yang berukuran kecil seperti Sony Cybershot atau Sony DSC. Dengan berat yang hanya sekitar 0,87 pound (hanya body) dan ukuran 4,72 x 2,64 x 2,32 inchi sangat cocok untuk travelling.

Perlu diingat meski pun ringan dengan ukuran yang mungil namun kemampuannya sudah cukup tinggi.

Kualitas kamera ini tetap membawa kualitas Sony secara umum karena fitur san spesifikasinya sangat baik.

Desainnya juga khas Sony yang ringan dan terasa enak di tangan saat digenggam saat dibawa untuk melakukan perjalanan.

Kamera juga terlihat kokoh meski pun tidak ada perlindungan terhadap cuaca sehingga harus hati-hati sangat menggunakannya.

Jika dilihat sepintas memang desain A6100 ini sangat mirip dengan A6000 seperti sama saja rasanya, tapi tentu saja ada beberapa perbedaan. Pada A6100 terdapat input mic dan juga terdapat micro USB dan port micro HDMI.

Bagi yang masih baru di bidang fotografer pasti merasa A6000 dan A6100 sama saja sehingga akan heran jika harganya berbeda.

Sony Alpha A6100 memang sudah mengalami peningkatan dari A6000 dengan memiliki beberapa fitur tambahan seperti kelas atas namun harga tetap terjangkau.

Bagi yang memiliki hobby fotografi kamera ini sangat tepat untuk para pemula dan hobbyist.

4. Sony Alpha A6400

Sony Alpha A6400
Sony Alpha A6400

Sony menambah lagi produk terbaru melengkapi kamera jenis mirrorlessnya dengan meluncurkan Sony Alpha A6400 body only. Kamera mirrorless Sony yang satu ini memiliki kelebihan yaitu sangat stabil, cepat, multi fungsi serta ringkas.

Sony mempersenjatai kamera jenis ini dengan format APS-C yang diadopsi dari jajaran kamera full framenya.

Kamera ini dikeluarkan hampir bersamaan dengan Sony A6100 seolah menjadi saudara kembar hanya saja fiturnya berbeda satu sama lain. Untuk spesifikasi kedua type kamera Sony ini sepertinya sama saja.

Spesifikasi Kamera Sony A6400

  • Pixel: 25 MP (actually) 2,42 MP (Effectivity)
  • Built-in wireless and bluetooth
  • Memory card: SD/ SDHC/ SDXC/ Memory stick pro duo memory stick PRO
  • Dimensi (PxTxL) : 4,7 x 2,6 x 2,4 “/ 120,0 x 66,9 x 59,7 mm
  • Battery: NP-FW50 Rechargeable Lithium-ion battery pack
  • BIONZ X Image processor
  • 425-point hybrid auto focus system
  • 1,44 million-dot electronic viewfinder
  • ISO range of 100-32000 (expandable until 51200)
  • Internal HD 4K video

Degan spesifikasi yang menarik kamera ini dibandrol dengan harga cukup tinggi di atas 10 juta karena memang menyasar kelas pro. Bagi para pemula yang memiliki tidak cukup budget bisa memilih saudara kembarnya A6100 dengan harga yang lebih rendah.

Selain itu juga tersedia kamera Sony dengan harga dibawah 2 juta bahkan dibawah 1 juta namun tentu spesifikasinya berbeda.

Sony Alpha A6400 sangat cocok untuk para pembuat konten dalam bentuk foto atau pun video. Baik seseorang yang sudah pro atau pun vloggers sangat tepat jika memilih jenis kamera mirrorless merek Sony ini.

Dengan sensor dan prosesor gambar BIONZ X yang ada di dalamnya membuat kamera ini mampu menghasilkan kualitas gambar yang bersih dan jernih.

Prosesornya juga sangat menguntungkan bagi pembuat video karena memiliki pengaturan S7Q (Slow and Quick) motion yang memungkinkan menangkap semua gerak gambar. Pembuatan foto atau pemotretan juga mendapatkan manfaat dari jenis prosesor kamera ini.

Kecepatan pemrosesannya sehingga memungkinkan melakukan pengambilan gambar secara kontinyu.

Kamera Sony  A6400 memungkinkan untuk mengambil 46 gambar dalam sekali burst karena pemrosesannya yang cepat. Sony A6400 memang dikenal mampu bekerja cepat dan responsive, memiliki banyak fitur yang diadopsi dari kamera full frame ala Sony.

Salah satu fiturnya berupa real-time Eye AF dan memiliki kemampuan real-time tracking dengan akuisisi fokus otomatis dalam 0,2 sekon saja.

Ukurannya yang mini layaknya kamera Sony cybershot atau Sony DSC tidak membatasi kinerja kamera A6400 ini karena memiliki banyak fitur yang luar biasa. Berikut ini fitur-fitur utama yang ditawarkan Sony Alpha A6400.

  • 2MP APS-C Exmor CMOS Sensor
  • Internal UHD 4K Video, S-Log3, & HLG
  • S&Q Motion pada Full HD dari 1-120 fps
  • XGA Tru-Finder 2.36m-Dot OLED EVF
  • 0″ 921.6k-Dot 180° Tilting Touchscreen
  • 425 Phase- & Contrast-Detect AF Points
  • Hingga 11 fps Shooting & ISO 102.400
  • Real-Time Eye AF & Real-Time Tracking
  • Built-In Wi-Fi dengan NFC

Sama sekali tidak mengherankan jika kamera Sony A6400 ini dibandrol dengan harga yang cukup tinggi dibandingkan seri sebelumnya A6100.

A6400 memiliki banyak sekali kelebihan fitur jika dibandingkan dengan 6100 terutama pada real-time eye AF sebuah fitur yang sangat bernilai bagi fotografer professional.

Fitur peningkatan lainnya terhadap A6100 adalah seperti, sensor yang lebih baik, Bluetooth dan LCD yang lebih oke. Untuk merekam pun A6400 ini memiliki hasil yang sangat bagus jika dibandingkan dengan A6100 karena memiliki profil S-Log.

Sony memang selalu memiliki fitur baru pada produk kamera terbaru yang diluncurkan.

5. Sony Alpha A6500

Sony Alpha A6500
Sony Alpha A6500

Sony memang selalu memiliki inovasi-inovasi dan menelurkan produk-produk baru terus menerus. Kali ini menambah deretan kamera mirrorlessnya dengan menelurkan Sony Alpha A6500 yang memiliki peningkatan spesifikasi dan fitur dibandingkan A6300.

Jika banyak orang belum move On dari Sony Alpha A6300 kali ini sudah harus menerima produk baru A6500. Beberapa peningkatan pada A6500 yang dimaksud adalah touch screen dan 5 Axis Steady Shot yang akhirnya disematkan pada kamera Sony terbaru ini.

Spesifikasi Kamera Sony Alpha A6500:

  • sensor 24 MP, ISO 100-51200
  • fokus tercepat, 4D focus,  425 titik AF
  • 11 fps, buffer bisa tampung 307 foto
  • magnesium alloy body, weather sealed
  • 4K video dengan format Super 35mm, S-Log 3 gamma
  • menu baru berwarna-warni

Jika melihat spesifikasi di atas bagi orang yang memahami spek kamera bagus pasti sudah bisa memperkirakan bandrol harga kamera A6500. Tidak mungkin kamera yang memiliki spesifikasi di atas dibandrol dibawah 2 juta atau bahkan dibawah 1 juta rupiah.

Sony Alpha A6500 dijual dengan bandrol 19 Jutaan saat dirilis untuk body saja, jika ingin tambahan lensa tentu saja lebih mahal.

Namun saat ini Sony A6500 harganya sudah mulai turun meski pun belum bisa di bilang murah karena masih berkisar pada 12 jutaan. Banyak yang bertanya dengan bandrol harga yang cukup tinggi pantaskah Sony A6500 ini untuk dimiliki?

Sony A6500 memiliki sensitivitas ISO hingga 25600 dan masih dapat diperluas menjadi ISO 512000. Angka ini menunjukkan jika kamera juga bisa diandalkan hasil gambarnya pada kondisi cahaya yang rendah.

Seperti produk terdahulu dari Sony yaitu A6600 kamera seri A6500 ini juga memiliki fitur stabilisasi gambar 5 sumbu. Fitur ini sangat berpengaruh pada pemotretan genggam karena dengan sistem ini bisa mengurangi efek kekaburan gambar.

Semua kamera Sony seri 6000 memang diciptakan untuk kamera portable yang mudah dibawa kemana pun. Tidak mengherankan jika bobot kamera ini cukup ringan dengan dimensi yang cukup mungil seperti Sony Cybershot atau Sony CSD.

Dimensi Sony Alpha A6500 adalah 120x67x43 mm dengan berat 435 g tidak berbeda jauh dengan seri A6600. Kamera ini memiliki desain yang unik dengan pegangan di sampingnya yang membuat pemotretan genggam lebih mudah.

Untuk bahan yang digunakan membuat kamera A6500 ini adalah Magnesium-Alloy merupakan bahan yang ringan serta tahan lama. Walau ringan dan ringkas kamera bahan ini tahan cuaca, debu, kelembaban dan cuaca ekstrim lainnya.

Saat digunakan untuk merekam video Sony A6500 ini memiliki kinerja yang sangat bagus dengan video 4K. Kamera ini memiliki batas waktu merekam sekitar 30 menit untuk merekam video 4K. A6500 juga menyediakan fitur rekam video dengan kecepatan 120 fps (slow motion) tapi sayangnya resolusinya terbatas 1080p.

Sony A6500 pernah diklaim memiliki kecepatan fokus tertinggi di kelas Mirorrless pada saat diluncurkan. Namun tentu saja saat ini sudah muncul seri-seri baru dari Sony yang bisa dipastikan menawarkan spek dan fitur lebih baik.

Bicara kembali tentang auto fokus yang dimiliki oleh kamera Sony A6500 memiliki 425 titik fokus yang tersebar pada seluruh area bidiknya. Dengan demikian semua obyek tidak akan ada yang luput dari pandangan.

Kamera ini mampu mengunci fokus dengan akurat walau pun obyek sedang bergerak cepat. Memilih fokus pada kamera ini juga sangat gampang karena memiliki layar sentuh. Hal ini untuk memaksimalkan kualitas foto dan video yang akan dihasilkan.

Jadi bisa dipastikan Sony A6500 bisa menghasilkan foto dan video tanpa blurr apa pun lensa yang digunakan.

6. Sony Alpha A6600

Sony Alpha A6600
Sony Alpha A6600

Perusahaan elektronik asal Jepang Sony kembali merilis produk kamera terbarunya yaitu Sony Alpha a6600. Sebuah kamera mirrorless APSC paling baik hingga saat ini, diantara kamera mirrorless yang sudah dikeluarkan Sony.

Memiliki fitur paling lengkap dibandingkan produk pendahulunya A6500 namun dengan banyak sekali peningkatan fiturnya. Dengan sensor 24 MP dan auto fokus yang tersebar pada seluruh bingkai membuat pengguna percaya diri saat melakukan pemotretan.

Berikut ini adalah spesifikasi dan fitur unggulan yang ada di Kamera Sony A6600.:

Spesifikasi Sony Alpha A6600

  • 24MP – Sensor CMOS APS-C
  • 5-axis Sensor-shift Stabilisasi Gambar
  • ISO 100 – 32000
  • 0 fps pemotretan beruntun
  • 3 Memiringkan Layar
  • 2359k dot Jendela bidik elektronik
  • Resolusi video 4K – 3840 x 2160
  • 120 x 67 x 69 mm
  • 120 Video Kecepatan Tinggi
  • Badan Cuaca Tertutup

Sony A6600 merupakan kamera mirrorless yang dibuat untuk kalangan menengah atas, tentu saja harganya tidak mungkin dibawah 2 juta atau dibawah 1 juta.

Fitur unggulannya yang lebih baik dari A6500 atau A6400 kamera Sony A6600 dibandrol dengan harga cukup tinggi sekitar 19 juta saat pertama dirilis.

Harga yang cukup fantastis bagi sebuah kamera mungil dengan kemampuan luar biasa. A6600 telah menjadi model APSC pertama yang didukung dengan sensor Eye AF dalam filmnya. Layaknya A6400 jendela bidik A6600 juga beresolusi XGA dengan satu slot kartu saja yang menjadi satu kelemahannya.

Desain dari Sony A6600 masih serupa dengan kamera pendahulunya A6500 namun lebih berat karena cengkeramannya pun lebih besar. Untuk dimensi kamera 120x67x69 mm dengan berat sekitar 503 g, cukup berat bagi sebuah kamera mungil.

Fitur canggih dari Sony 6600 yang membuat harganya cukup mahal adalah dilengkapi dengan stabilisasi 5-axis dalam badan kameranya. Kemudian sensor APSC Exmor CMOS yang menjadi fitur andalan mampu menghasilkan gambar beresolusi tinggi.

Kecepatan fokusnya juga sangat bagus untuk kamera sekelasnya, dari pihak perusahaan Sony mengklaim kamera ini bisa mencari fokus hanya dalam 0,02 detik.

Teknologi real time AF dan real time AF Eye ini merupakan fitur bawaan daru Sony A6400 yang sudah dirilis sebelumnya.

Kamera A6600 ini merupakan pilihan yang tepat bagi yang menyukai dunia vloging karena bisa dijadikan senjata andalan. Hal ini karena LCD touchscreen pada A6600 bisa ditekuk sampai 180 derajat.

Selain itu juga sudah disematkan headphone jack yang bisa diandalkan oleh para videographer yang tidak mau repot bawa recorder eksternal.

Kamera A6600 memiliki baterai lebih besar dengan kapasitas yang besar pula, menggunakan baterai NP-FZ1000 yang lebih besar 2,2 kali lipat dari pendahulunya. Dengan daya sebesar itu bisa melakukan pemotretan 810 kali jepretan dengan LCD 720 kali jepretan.

Penampakan fisik dari Sony Alpha A6600 memang sedikit berbeda dari kamera pendahulunya A6500. Beberapa tombol tidak lagi dimunculkan pada kamera ini seperti flash built-in dan joystick AF, pengaturan fokus bisa langsung dilakukan pada layar.

Untuk ketahanan terhadap cuaca kamera ini memilikinya karena dibuat dari bahan yang ringan dan kuat seperti magnesium-Alloy. Kamera A6600 memiliki cengkeraman lebih besar sehingga lebih nyaman dipegang seperti Sony cybershot atau Sony dsc.

Untuk bentuk lainnya memang tidak ada perbedaan yang siginifikan dengan A6500 perbedaan hanya pada cengkeramannya saja. Sayangnya pada A6600 tidak memiliku banyak pilihan konektivitas seperti pada A6500.

Kesimpulannya A6600 memiliki sistem autofocus yang lebih baik, fitur videonya juga ditingkatkan juga dengan cengkeraman yang egronomic. Semua ini merupakan kabar baik bagi pecinta fotografi dan dunia vlogging.

7. Sony Alpha A7

Sony Alpha A7
Sony Alpha A7

Sony merupakan salah satu brand yang kualitas produknya patut dipertimbangkan. Meski bersaing ketat dengan brand lainnya, kamera Sony tergolong bersahabat dengan pasar. Baik dari segi harga, desain, hingga kemudahan menggunakannya.

Setelah sukses dengan Sony DSC dan Sony Cybershot, Sony pun memiliki produk lainnya, yaitu Sony Alpha A7. Kamera mirrorless tersebut diluncurkan pertama kali pada tahun 2013 dan langsung menarik perhatian publik.

Sony Alpha A7, dikenal juga dengan sebutan Sony A7, termasuk ke dalam salah satu varian dari Sony Alpha. Kamera ini merupakan kamera full-frame mirrorless. Umumnya kamera jenis full-frame mirrorless terasa berat saat dibawa dan cukup ribet.

Namun hal tersebut tidak akan dirasakan jika menggunakan kamera ini. Meski dilengkapi juga dengan desain DSLR, tetap terasa lebih ringan dan ringkas dibandingkan dengan kamera DSLR lainnya.

Berbicara soal harga, Sony A7 berada di kisaran antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Nominal ini dirasa affordable bagi siapa saja. Untuk seorang pemula, Sony A7 sangat fleksibel dan serba guna.

Terkadang mereka masih sulit untuk menangkap objek bergerak apalagi dengan pencahayaan yang tidak standar. Kelebihan dari kamera ini adalah hybrid phase detection autofocus. Dengan teknologi tersebut, objek gambar dapat difoto meski bergerak pada outdoor.

Resolusi yang dimiliki oleh Sony A7 terbilang tinggi, yaitu sebesar 24 MP. Ini sudah lebih dari cukup jika sekedar dipakai untuk belajar fotografi, mengabadikan momen-momen keluarga, atau pemandangan. Sekali charge kamera ini mampu memfoto sebanyak kurang lebih 340 kali.

Belum lagi teknologi dynamic range yang disisipkan oleh Sony. Semakin tinggi dynamic range yang dimiliki kamera, maka akan semakin baik gradasi warna foto yang dihasilkan. Sony A7 memiliki dynamic range hingga 14,2.

Fitur lainnya yang melengkapi Sony A7 adalah mode tirai elektronik. Mengabadikan gambar dengan mode ini meminimalisir efek getaran shutter stock sehingga pengambilan gambar lebih tenang.

Ada juga viewfinder elektronik XGA, serta kecanggihan LCD dimiringkan, body tahan cuaca, dan konektifitas Wi-Fi. Melihat lengkapnya fitur-fitur yang diberikan Sony pada Sony A7, rasanya harga yang diberikan terasa tidak ada apa-apanya.

Jika ingin meng-upgrade lensa yang digunakan, Sony mengusung lensa seri E-Mount. Seri E-Mount memiliki dua tipe, salah satunya adalah Sony FE yang cocok untuk kamera full-frame mirrorless seperti Sony Alpha A7.

Harga terbaru lensa ini sekitar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. Untuk lensa bekas pakai (second), mungkin ada yang menjualnya di pasaran dengan harga dibawah 2 juta. Namun agak sulit jika mencari yang harganya dibawah 1 juta.

Lensa ini memiliki sensor yang lebih kecil dengan panjang fokal 50 mm. Sayangnya lensa tersebut tidak dilengkapi dengan OSS.

Tapi jangan khawatir karena Sony A7 telah dilengkapi dengan stabilizer di bagian body-nya. Dengan adanya fitur ini, foto yang dihasilkan tidak blur dan terlihat tajam.

Walaupun begitu, bagi seorang fotografer profesional rasanya cukup tanggung menggunakan kamera Sony Alpha A7. Meski terasa lengkap bagi seorang pemula, jika menyukai hasil gambar yang lebih profesional lebih baik menggunakan varian di atas Sony A7.

Untuk kebutuhan fashion, periklanan, dan teknik fotografi khusus, Sony A7 belum mampu mengakomodir secara maksimal.

Sebenarnya ada tiga varian dari Sony Alpha. Ketiganya tidak dapat dikatakan lebih bagus dari yang lainnya karena memang diciptakan sesuai kebutuhan. Dua varian Sony Alpha lainnya adalah Sony A7R dan Sony A7s.

8. Sony Alpha A7 Mark II

Sony Alpha A7 Mark II
Sony Alpha A7 Mark II

Beberapa penggiat fotografi menganggap seri Alpha sebagai salah satu produk andalan dari Sony setelah Sony DSC dan Sony Cybershot. Sony Alpha A7 Mark II lahir setelah generasi pertamanya, yaitu Sony Alpha A7.

Dikenal juga dengan sebutan Sony A7 II, kamera ini pertama kali diluncurkan di Jepang pada Desember 2014. Saat itu harga yang dibanderol adalah USD 1.600 atau kira-kira setara dengan Rp 19,5 juta.

Tak butuh waktu lama, sebulan kemudian Sony A7 II hadir di pasar Indonesia. Saat peluncurannya pada akhir Januari 2015, Sony Indonesia mengumumkan harga kamera tersebut berkisar Rp 21 juta (body only).

Harga ini cukup bisa dipertimbangkan mengingat kehadirannya di waktu yang tepat saat masyarakat Indonesia sedang mendambakan kamera mirrorless. Karena memang Sony A7 II termasuk ke dalam kamera full-frame mirrorless kekinian.

Hal pertama yang menarik dari Sony Alpha A7 Mark II adalah bentuk body-nya. Sekilas ia terlihat seperti kamera DSLR pada umumnya. Namun saat digenggam terasa lebih ergonomis karena Sony memperbesar ukuran gripnya.

Dari sini dapat dinilai bahwa Sony mulai melakukan beberapa perubahan terhadap kamera yang diproduksinya.

Tak hanya dari sisi luar, Sony ternyata menyisipkan berbagai teknologi baru yang membuat kamera A7 II cocok bagi profesional. Ini adalah kamera Sony pertama yang mempunyai fitur stabilization.

Terdapat 5-axis image stabilization sebagai keunggulan utama. Adanya fitur ini membuat hasil foto anti blur pada saat shutter speed-nya rendah karena kamera dapat meredam sendiri getaran ke tangan.

Dari sisi autofokus, Sony melakukan perbaikan dari versi sebelumnya. Autofokus Sony Alpha A7 Mark II dianggap lebih cepat 30% dalam memfokuskan gambar. Bahkan kecepatan ini masih dinilai lebih unggul jika dibandingkan dengan kamera DSLR lainnya.

Terdapat autofokus di tengah sehingga Sony A7 II lebih cocok bagi traveler yang suka memfoto objek-objek outdoor namun menginginkan hasil maksimal.

Sensitivitas ISO pada kamera Sony A7 II adalah 100 – 25.600 dengan pilihan ISO 50 opsional. Ini cukup untuk memberikan hasil yang memuaskan dalam kondisi pencahayaan temaram.

Untuk fitur kelengkapan lainnya adalah processor Bionz X Imaging, electronic viewfinder Tru-Finder OLED XGA (resolusi 2,36 juta pixel), LCDXtra Fine 3 inchi, Wi-Fi, dan masih banyak lagi.

Untuk urusan perekaman video Sony A7 II pun menyajikan hasil yang memuaskan. Kamera ini mampu merekam pada pengaturan full HD hingga 50 / 60p dan 50 Mbps. Fitur 5-axis image stabilization pun bekerja pada mode video. Hasil video yang dapatkan akan bebas blur dan video nyaman untuk diputar berulang-ulang.

Semua fitur di atas semakin sempurna dengan baterai yang ditanamkan oleh Sony. Baterai bertipe NP-FW50 membuat Sony A7 II mampu menjepret sebanyak 350 foto dalam sekali pemakaiannya.

Jika ingin memiliki baterai cadangan, maka bisa menggunakan baterai berjenis VG-C2EM. Harga baterai ini sekitar Rp 3 juta hingga Rp 4,5 juta untuk versi baru. Sedangkan harga second hand-nya kemungkinan ada yang menjual dibawah 2 juta.

Saat ini pun telah banyak dijual pelindung untuk Sony Alpha A7 Mark II. Ada tiga jenis cover yang beredar, yaitu silicone, half case, dan full case (camera case). Jenis silicone cenderung murah, rata-rata harganya dibawah Rp 500 ribu.

Sedangkan untuk model half case atau pun full case harganya masih terjangkau karena dibawah 1 juta.

Jika harus membandingkan dengan versi kakaknya, antara Sony Alpha A7 Mark II dengan Sony Alpha A7 masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Namun ini tidak bisa dikatakan versi satu lebih bagus daripada lainnya karena memang Sony mendesain setiap seri berdasarkan kebutuhan target market-nya.

9. Sony Alpha A7 Mark III

Sony Alpha A7 Mark IIi
Sony Alpha A7 Mark IIi

Sony Alpha A7 Mark III merupakan kamera mirrorless keluaran Sony yang serba guna. Tak hanya dilihat dari body-nya yang menarik, kamera ini pun disisipi sejumlah teknologi yang membuat hasil foto tampak profesional. Soal harga, A7 Mark III berada di-range yang cukup terjangkau.

Saat pertama kali diluncurkan pada Februari 2018, A7 Mark III dibanderol dengan nominal Rp 24 juta. Dengan begitu, perkiraan harganya kini berkisar Rp 24 juta hingga Rp 29 juta.

Setelah peluncuran secara global, sebulan kemudian Sony Alpha A7 Mark III resmi masuk ke Indonesia tepatnya pada Maret 2018. Bagi pasar pemula di Indonesia, nominal yang diberikan saat itu cukup mahal sekitar Rp 29 juta (body only).

Makannya A7 Mark III lebih cocok dipakai oleh satu tingkat di atas pemula. Sesuai dengan pernyataan Presiden Direktur Sony Indonesia saat peluncuran bahwa kamera ini menyasar fotografer profesional atau photography enthusiast.

Sebagai produk pengembangan, A7 Mark III mengadopsi teknologi sistem autofokus dari A9. Sistem autofokusnya meliputi 93% area gambar dengan 693 titik phase-detect AF, 425 titik contrast-detect AF dengan kecepatan Eye AF yang begitu handal.

Teknologi lain yang disisipkannya adalah Back-Illuminated Exmor R CMOS. Artinya, kamera ini ditopang dengan sensor full-frame sebesar 24,2 MP. Belum lagi dengan range ISO dari 100 – 51.200 (yang dapat diperluas menjadi ISO 50 – 204.800 untuk gambar statis).

Selain sistem AF yang luar biasa canggih, body A7 Mark III enak digenggam layaknya kamera Sony DSC atau Sony Cybershot DSLR lainnya. Masih terinspirasi dari model A9, body kamera ini didesain ulang. Tidak terlepas dari penggunaan baterainya yang kini menggunakan tipe NP-FZ100.

Dalam sekali pakai, batre tersebut mampu bekerja hingga 710 jepretan. Ini membuktikan bahwa ketahanannya dua kali lipat lebih besar dari versi sebelumnya.

Kelebihan Sony Alpha A7 Mark III yang membuat kagum adalah stabilisasi gambar dengan 5-axis SteadyShot. Memotret dengan kamera ini tahan terhadap guncangan hingga 5 kali stop.

Ada juga anti-flicker yang mampu mendeteksi frekuensi cahaya kemudian secara otomatis meminimalisir efek cahaya tersebut pada hasil pemotretan.

Bagi yang telah menguasai teknik-teknik fotografi tertentu pasti akan puas dengan gambar yang dihasilkan. Meski foto akan dicetak pada ukuran panjang lebih dari 1 meter, gambar tidak akan pecah dan tetap terlihat tajam.

Walau pun dari segi kemampuan kecepatan tidak setara dengan A9, tampilan foto tidak akan mengecewakan.

Soal merekam video, A7 Mark III mampu merekam video 4K 24 FPS atau 30 FPS (crop 1,2x) yang apabila merekam dalam slow motion, resolusi full HD mampu menyentuh angka 1080p dengan frame rate 120 FPS.

Kelengkapan lainnya adalah dua slot SD card, layar sentuh 3 inchi dengan teknologi titling screen, joystick untuk menyesuaikan titik AF, electronic view finder (EVF), weather sealing, dan lainnya.

Untuk melengkapi kegiatan fotografi, kini sudah banyak beredar aksesoris Sony Alpha A7 Mark III, seperti silicone yang memiliki grip di bagian depan agar tidak licin. Banyak orang menambahkan ini sebagai proteksi tambahan untuk body kamera.

Modelnya bervariasi dan harganya pun dibawah 1 juta. Jika ingin tampak lebih fashionable, sudah banyak dijual camera case dari kulit yang harganya dibawah 2 juta.

Secara keseluruhan kamera Sony Alpha A7 Mark III cukup bagi profesional pemula. Memang A7 Mark III masih diperlukan beberapa sentuhan agar semakin sempurna memenuhi kebutuhan fotografer profesional kelas atas.

Namun sampai saat ini kamera tersebut masih tergolong yang terbaik di kelasnya.

10. Sony Alpha A7R Mark IV

Sony Alpha A7R Mark IV
Sony Alpha A7R Mark IV

Saat Alpha Festival 2019, tepatnya bulan Agustus lalu, Sony meluncurkan produk andalannya lagi. Setelah sukses dengan Sony DSC dan Sony Cybershot, kini seri Alpha melahirkan Sony Alpha A7R Mark IV. Kamera ini digadang lebih unggul dari kompetitornya, yaitu Canon dan Nikon.

Beberapa teknologi dan fitur baru yang mumpuni disisipkan oleh Sony untuk melengkapi kemampuan anak barunya tersebut. Maka tak heran Sony mempersembahkannya spesial untuk para fotografer profesional.

Sony Alpha A7R Mark IV, disebut juga dengan Sony A7 IV, memiliki tiga fitur yang menarik perhatian publik. Ketiga fitur tersebut adalah resolusi, dynamic range, dan Real-time Eye AF yang berguna saat perekaman video.

Belum lagi sensor 61 megapiksel untuk sensor gambar yang membuatnya semakin unggul, serta mode burst yang dinilai cukup tinggi sehingga memberikan kecepatan. Dengan berbagai kelebihan ini tentu Sony A7 IV jauh lebih sempurna daripada pendahulunya, A7R Mark III.

Sebagai kamera full-frame mirrorless, Sony mengklaim bahwa sensor 61 MP adalah sensor dengan resolusi tertinggi untuk kamera di kelas ini. Artinya, siapa pun yang mencari kamera mirrorless dengan megapiksel tertinggi, maka Sony A7 IV adalah jawabannya.

Lewat sensor yang disisipkannya, pengguna Sony A7 IV mampu menciptakan foto dengan resolusi 960 MP dengan mode multi-shots sebanyak 16 kali berturut-turut.

Sony tak lupa menyempurnakan sensor 61 MP dengan BSI-CMOS. Dengan begitu, dynamic range Sony A7 IV adalah sebesar 15 stop. Noise pun dapat diredam meski resolusinya tinggi karena sensor yang tinggi seringnya menghasilkan noise yang tinggi pula. Hal ini tidak akan terjadi pada hasil foto dari kamera Sony A7 IV.

Teknologi autofocus (AF) dengan sistem Real-time Eye membuat penggiat fotografi semakin jatuh cinta dengan Sony A7 IV. Real-time Eye membuat kamera bekerja layaknya mata manusia sungguhan sebagai subjek pengambil gambar.

Sebenarnya teknologi ini sudah ada pada MILC (mirrorless interchangeable-lens camera) sebelumnya, namun hanya bekerja untuk memfoto. Kini Real-time Eye berguna juga saat perekaman video pada Sony A7 IV.

Untuk urusan merekam video, Sony Alpha A7R Mark IV mampu merekam dan menghasilkan video dengan resolusi 4K/ 30p (3.840 x 2.160 piksel), serta mendukung 8-bit S-Log 2/3 dan HLG.

Saat pengambilan gambar yang dinamis dan dibutuhkan focus tracking cepat, hasil video akan tetap memuaskan. Video tidak akan mengalami crop sensor dan luasan gambar mengecil.

Melihat body Sony Alpha A7R Mark IV, Sony mengklaim kamera ini tahan terhadap cuaca (weather resistance). Ada dua slot SD (dual UHS-II) tersedia dan mount lensa yang menggunakan E-mount.

Penyesuaian ini juga diterapkan pada bagian kompartemen baterai, adapun baterai yang digunakan berjenis NP-NFZ100. Di sisi belakang terdapat layar touchscreen sebesar 3 inchi.

Primadona ini mulai bisa dipesan pada September 2019 lalu. Sony membuka pre-order selama dua bulan (September – Oktober 2019). Sony A7 IV benar-benar turun ke pasar pada Oktober dengan harga sekitar Rp 49 juta hingga Rp 50 juta.

Untuk produk anyar rasanya nominal tersebut wajar apalagi melihat kelebihan-kelebihan yang melekat pada Sony Alpha A7R Mark IV.

Mengingat Sony A7 IV tergolong baru, maka belum banyak aksesoris yang dijual di pasar Indonesia. Namun jika berminat bisa mencari secara online dan mengimpornya dari luar negeri.

Beberapa ada yang harganya dibawah 1 juta, seperti protective screen guard atau wireless remote control. Namun untuk aksesoris yang lebih vital, seperti battery grip replacement, kisaran harganya dibawah 2 juta.

11. Sony Alpha A7R Mark II

Sony Alpha A7R Mark II
Sony Alpha A7R Mark II

Jika berbicara tentang kamera mirrorless, tentu hal yang akan dipikirkan pertama adalah kamera untuk membuat konten Youtube. Banyak kamera mirrorless yang digunakan Youtuber salah satunya adalah kamera keluaran Sony, yaitu Sony Alpha A7R Mark II.

Bagi sebagian fotografer, kamera mirrorless menjadi pilihan kedua setelah sony cybershot. Alasan beberapa fotografer belum memilih kamera mirrorless sebagai pilihan pertama adalah mereka belum terlalu paham dengan setting kamera mirrorless.

Alasan lain mengapa beberapa fotografer belum menggunakan kamera mirrorless adalah mereka ragu dengan kualitas gambar yang tidak sebanding DSLR. Padahal kamera yang dirilis oleh Sony ini pada tahun 2015 ini memiliki kualitas yang cukup bagus di kelasnya.

Jika dibandingkan dengan kamera dibawah 1 juta, maka kamera ini bisa jauh lebih tinggi secara spesifikasi. Bagian yang paling diunggulkan dari kamera yang satu ini tidak lain tidak bukan ialah 42.4 megapixel sensor dengan kualitas full frame. ISO maximum dari kamera ini juga cukup besar, yaitu 102,400.

Sony Alpha A7R Mark II yang dirilis tahun 2015 ini berbarengan dengan Canon5DS R dan Nikon D810. Tidak mau kalah dengan pesaingnya, Sony berfokus pada keseimbangan dari pesaingnya. Dengan resolusi 42,4 MP, ISO maximum 102.400, serta dynamic range 13,9 stop, Sony dapat menghasilkan kualitas gambar yang baik.

Ada hal yang dimiliki oleh kamera yang satu ini, yaitu tidak adanya low pass filter sehingga hasilnya sedikit lebih tajam dari kamera Sony DSC. Hal yang patut disayangkan dari tidak adanya low pass filter yaitu munculnya moire ketika mengabadikan pola statis seperti bangunan. Hasil akan lebih bagus lagi jika mengabadikan pemandangan.

Hasil jepretan dari file RAW juga cukup bagus dan utuh, setelah sebelumnya saat awal rilis file RAW memiliki hasil yang tidak utuh. Hal tersebut karena Sony memberikan update firmware pada September 2015.

Maka dari itu, ukuran file yang dihasilkan meningkat jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Secara ukuran, Sony Alpha A7R Mark II memiliki ukuran yang lebih besar sedikit dan lebih berat dibanding produk Sony yang sebelumnya. Apabila dibandingkan dengan kamera DSLR profesional, kamera ini sedikit lebih ringan 250 gram.

Bentuk dari kamera ini jika dibandingkan dengan pendahulunya sangat mirip sekali.

Baterai yang digunakan pada kamera ini sama seperti produk mirrorless Sonya lainnya, yaitu NP-FW50. Ukuran yang kecil dan mudah dibawa tentu menjadi kelebihan dari baterai yang digunakan pada kamera ini.

Satu hal yang harus disayangkan dari baterai ini, yaitu cepat habis karena banyaknya daya yang dibutuhkan.

Kualitas autofokus dari kamera ini juga bukan main. Pasalnya ketepatan autofokus dalam gelap ini jauh lebih baik dari Sony A7. Dengan lensa yang memiliki bukaan besar juga tidak mengurangi hasil jepretan autofokus. Kecepatan dan ketepatan autofokus dari kamera ini juga jangan diremehkan.

Rasanya kurang jika membahas kamera mirrorless namun tidak membahas bagian video. Kamera ini bisa memberikan hasil yang cukup bagus dengan kualitas 4K. Video berkualitas 4K ini langsung direkam ke kartu memori dengan kecepatan yang tinggi. Sudah tentu kamera ini mampu menjadi kamera pilihan untuk membuat konten Youtube.

Sony Alpha A7R Mark II ini memiliki tombol-tombol yang bisa diatur sesuai dengan keinginan penggunanya. Berbicara masalah harga, tentu jika mencari kamera mirrorless dibawah 2 juta tentu tidak mungkin. Karena harga dari kamera yang satu ini berada di kisaran Rp. 30.000.000.

Apabila ingin mencari kamera mirrorless, maka Sony Alpha A7R Mark II bisa menjadi pilihan. Hal ini dikarenakan kualitasnya yang baik untuk foto dan video. Selain itu juga bisa digunakan di berbagai kondisi dan juga bisa dipasangi berbagai lensa. Itulah mengapa kamera ini berjuluk kamera serbaguna.

12. Sony Alpha A7R Mark III

Sony Alpha A7R Mark III
Sony Alpha A7R Mark III

Dua tahun setelah A7R Mark II rilis, Sony merilis kamera mirrorless generasi berikutnya yaitu Sony Alpha A7R Mark III. Kamera mirrorless memang menjadi idaman bagi banyak orang, termasuk para pembuat konten YouTube. Hal ini dikarenakan kamera mirrorless mampu mengabadikan video dengan kualitas 4K.

Selain menjadikan kamera mirrorless sebagai opsi kamera untuk merekam video berkualitas tinggi, banyak yang memilih kamera mirrorless ini karena kualitas foto yang dihasilkan.

Hasil jepretan dari kamera mirrorless ini juga sangat baik jika dibandingkan kamera dibawah 1 juta. Kamera ini memiliki sensor full frame dengan kualitas 42,4 megapiksel.

Bagi yang suka melancong sembari mengabadikan momen melalui kamera, produk Sony yang satu ini bisa menjadi pilihan. Dimensi kamera ini lebih kecil dan ukurannya ringan yaitu 657 gram. Apabila dibandingkan dengan kamera DSLR profesional, sudah jelas lebih ringan kamera ini.

Berbicara mengenai teknologi dari kamera, tentu para fotografer akrab dengan teknologi yang dihadirkan Sony. Salah satu teknologi yang pernah dihadirkan Sony pada masanya dan dikenang adalah Sony Cybershot. Akan tetapi, ada pembaruan dalam kamera ini yaitu axis stabilizer 5 point.

Stabilizer mampu menjaga kamera tidak goyang sehingga menghasilkan foto dan video dengan stabil. Para fotografer juga tidak perlu menggunakan tripod dalam memotret atau merekam video dengan kamera Sony Alpha A7R Mark III.

Masih seputar fitur pada Alpha A7R Mark III ini, ada satu teknologi yang patut diperhatikan. Teknologi tersebut adalah pixel shift multi shooting mode. Keunggulan dari teknologi ini adalah mampu mengambil beberapa foto dalam jarak waktu tertentu.

Foto yang diambil dalam beberapa jarak waktu tersebut nantinya bisa digabungkan dalam satu foto. Untuk menggabungkan dan membuat hasilnya jadi lebih maksimal dibutuhkan software gratis dari Sony.  Fitur ini mampu membuat Sony bersaing dengan kamera lain di kelasnya.

Mengintip ke bagian desain kamera, Sony mengusung desain yang modern pada kamera ini. Sony menggunakan desain khas kamera mirrorless dengan tambahan pada bagian atas yaitu jendela elektronik. Sebagai pelengkap, layar LCD 3 inci juga ditambahkan pada kamera ini akan tetapi layarnya tidak bisa ditekuk ke depan.

Masih dari segi desain, ada keunggulan yang tidak bisa ditemukan pada kamera Sony yang sebelumnya seperti Sony DSC. Kamera Sony Alpha A7R Mark III ini diberikan panel sentuh dengan tujuan untuk memudahkan penggunanya dalam memilih titik fokus.

Kembali membahas tentang sensor, kamera ini dibekali teknologi back side illumination. Teknologi tersebut merupakan pertama di dunia dan ada pada kamera ini. Sensitivitas terhadap cahaya serta resolusi yang tinggi bisa dihasilkan dari kamera ini. ISO yang ada pada kamera ini bisa mencapai 102.400.

Seperti versi sebelumnya, Sony Alpha A7R Mark III ini dibekali dengan fitur-fitur yang umumnya ada pada kamera Sony. Fitur tersebut adalah dua buah slot kartu SD, baterai dengan kapasitas lebih besar, serta port micro-USB dan USB type C.

Sony juga menggembor-gemborkan fitur continous shooting yang mampu dijalankan dengan kecepatan 10 fps. Teknologi tersebut hadir dalam keadaaan auto fokus yang menyala dan dalam resolusi yang tertinggi. Fitur seperti ini tidak ada di kamera dengan harga dibawah 2 juta.

Berbicara tentang hasil rekam video, seperti yang sudah disampaikan di atas bahwa seri Alpha A7R Mark III dari Sony ini mampu menghasilkan video 4K. Video hasil dari kamera ini dibekali dengan perekaman slow motion yang mampu mengabadikan 120 fps pada resolusi 1080 piksel.

Hybrid Log Gamma membuat video yang dihasilkan menjadi HDR ketika disaksikan di TV.

Sony Alpha A7R Mark III bisa menjadi pilihan bagi para fotografer maupun casual fotografer yang ingin memiliki kamera mirrorless. Harga yang dibanderol pada kamera ini berada di kisaran Rp40 juta untuk bodinya saja tanpa lensa.

13. Sony Alpha A7S

Sony Alpha A7S
Sony Alpha A7S

Pada tahun 2014, Sony seri Alpha mengeluarkan seri terbarunya, yaitu Sony Alpha A7S. Sony Alpha merupakan seri terbaru yang termasuk jenis kamera mirrorless.

Sebelum mengeluarkan jenis kamera mirrorless, awal kemunculan Sony yaitu karena terkenal akan kamera sakunya yaitu Sony DSC.

Menyusul kesuksesan seri sebelumnya, Sony kembali mengeluarkan kamera saku terbaru dengan teknologi yang lebih canggih, yaitu Sony cybershot.

Kamera Sony seri DSC kini masih digemari karena hasilnya bagus dengan harga yang murah, yaitu dibawah 1 juta rupiah. Apabila menginginkan Sony seri cybershot, cukup siapkan dana dibawah 2 juta rupiah.

Seri kamera sony di atas memang dikeluarkan untuk pengguna amatir. Hal tersebut karena harganya yang murah serta fiturnya standar.

Pengguna tidak harus memiliki kemampuan fotografi yang tinggi untuk menggunakan kamera Sony seri tersebut. Apabila menginginkan kamera Sony flagship, dapat memilih jenis kamera Sony mirrorless.

Kamera jenis mirrorless sebenarnya bisa untuk semua kalangan, baik pengguna amatir maupun professional. Namun, karena harganya cukup tinggi dan dilengkapi fitur yang lengkap, kamera ini banyak digunakan oleh fotografer professional.

Khusus untuk kamera Sony Alpha seri ini memang diperuntukkan bagi fotografer dan videographer professional. Kamera mirrorless ini hadir dengan resolusi yang tidak besar (12 MP) namun mampu menangkap gambar dengan baik walaupun cahayanya minim.

Hal ini terbukti bahwa kamera seri ini kemampuan menangkap gambar dalam cahaya redupnya lebih bagus diantara seri lain yang setara. Sony Alpha seri ini memiliki ISO maksimal sampai dengan 400.000.

ISO tersebut cukup tinggi maka tak heran kemampuannya dapat menangkap gambar sangat detail meskipun cahayanya minim. Apabila menyukai menangkap gambar saat acara panggung atau landscape kota, kamera seri ini cocok dipilih.

Kamera ini memang didesain khusus untuk dapat menangkap gambar dengan kondisi low-light. Dijamin hasilnya akan optimal sekalipun menangkap gambar tanpa menggunakan bantuan flash kamera.

Berat dari kamera ini hanyalah sekitar 485 gram, yang berarti untuk ukuran kamera beratnya sangat ringan. Dengan menggunakan kamera ini, hasilnya akan setara dengan DSLR namun dengan berat yang jauh lebih ringan.

Sony Alpha seri ini memiliki tampilan antarmuka serta tombol-tombol yang sederhana. Tidak lupa Sony Alpha seri ini juga mengedepankan sisi modern dan professional namun dengan sedikit sentuhan klasik.

Pengaturan tombol dan juga letak roda didesain sangat apik. Desain pengaturan tombol dan letak roda mampu mengakomodasi fotografer professional yang membutuhkan pengaturan kamera dengan cepat.

Sony Alpha seri ini dilengkapi dengan sensor CMOS 12,2 MP. Sensor tersebut membuat kamera ini sangatlah ideal dipergunakan untuk foto maupun video.

Bagi videographer, kamera ini juga dapat menghasilkan video dengan hasil yang tajam. Sony Alpha S7S dapat merekam video dengan kualitas 4K dan HD 120p.

Kemampuan HD 120p di kamera ini membuat penggunanya dapat membuat efek slow motion, dengan full HD 60p. Kamera ini dibandrol dengan harga Rp26.000.000.

Sony Alpha A7S sangat sukses di pasaran yang kemudian muncul seri terbarunya yaitu Sony Alpha A7S II pada tahun 2016. Kamera seri ini juga dirancang khusus bisa mengabadikan gambar dengan tingkat pencahayaan yang rendah.

ISO yang dimiliki diperluas, yaitu mencapai 409,600. Tidak hanya photographer yang dapat dipuaskan oleh kamera seri ini tetapi juga videographer. Kamera ini memiliki resolusi hingga 4K dan adanya dukungan 5-Axis Steady Shot.

Fitur tersebut mampu membuat video yang direkam sangat apik dan halus. Kamera ini begitu mengagumkan sehingga harga yang dibandrol cukup fantastis, yaitu sekitar Rp39.000.000.

Kamera seri ini kemudian disempurnakan kembali di seri yang paling terbaru, yaitu Sony Alpha A7S III. Sony seri ini memiliki sensor 24.2 MP yang dapat menangkap gambar dengan tajam.

Tambahan fitur yang berbeda dengan seri sebelumnya yaitu adanya sensor backside-illuminated. Fitur tersebut memungkinkan kamera ini tidak hanya jago merekam gambar saat low light tetapi juga saat bright light.

Bagi videographer, menggunakan kamera seri ini terasa begitu dimanjakan. Hal tersebut karena kamera ini dapat merekam video 4K pada 24 fps tanpa crop dan 4K 30 fps dengan crop.

Meskipun fitur yang ditambahkan cukup banyak dibanding seri sebelumnya, namun harga kamera ini dibandrol lebih murah. Harga yang dibandrol untuk Sony seri ini adalah Rp28.000.000.

Kamera seri ini kemudian disempurnakan kembali di seri yang paling terbaru, yaitu Sony Alpha A7S III. Sony seri ini memiliki sensor 24.2 MP yang dapat menangkap gambar dengan tajam.

Tambahan fitur yang berbeda dengan seri sebelumnya yaitu adanya sensor backside-illuminated. Fitur tersebut memungkinkan kamera ini tidak hanya jago merekam gambar saat lowl ight tetapi juga saat bright light.

Bagi videographer, menggunakan kamera seri ini terasa begitu dimanjakan. Hal tersebut karena kamera ini dapat merekam video 4K pada 24 fps tanpa crop dan 4K 30 fps dengan crop.

Meskipun fitur yang ditambahkan cukup banyak dibanding seri sebelumnya, namun harga kamera ini dibandrol lebih murah. Harga yang dibandrol untuk Sony seri ini adalah Rp28.000.000.

14. Sony Alpha A7S Mark II

Sony Alpha A7S Mark II
Sony Alpha A7S Mark II

Seolah ingin menyempurnakan seri sebelumnya yaitu Sony Alpha A7S, Sony menghadirkan Sony Alpha A7S Mark II pada September 2015.

Kamera Sony seri ini digadang-gadang akan menjadi kamera andalan bagi fotografer professional yang menyukai foto low-light. Sony seri ini akan mampu menangkap gambar lebih detail namun tidak banyak noise.

Masalah noise tersebut sebetulnya muncul di Sony Alpha seri sebelum ini. Dengan begitu, Sony ingin mengoreksi kesalahan tersebut dengan mengeluarkan seri terbarunya yang lebih handal.

Kamera ini masih menjadi kamera full frame yang memiliki ciri khas seri A7. Berbeda dari seri sebelumnya, Sony seri ini berbobot lebih berat yaitu sekitar 627 gram.

Hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa tambahan fitur yang mengakibatkan bobotnya menjadi bertambah. Body dari kamera ini berbahan magnesium alloy sehingga membuat Sony seri ini begitu gagah dan kuat.

Kamera ini dilengkapi dengan layar FTF LCD 3 inci yang bisa di flip. Sayangnya layar pada kamera seri ini tidak menggunakan panel layar sentuh. Dengan begitu, pengoperasiannya hanya mengandalkan tombol dan roda pengaturan.

Pengguna tetap akan merasakan bahwa layar pada kamera ini dapat diandalkan. Adanya fitur XGA OLED Tru-Finder membuat penggunanya bisa melihat objek lebih jelas dan luas.

Fitur tersebut juga dapat membuat pengguna bisa melihat objek lebih detail. Sony seri ini memiliki daya tahan baterai yang cukup lama, yaitu dapat menangkap gambar sebanyak 370 jepretan.

Sony Alpha A7S Mark II memiliki sensor yang cukup kecil, yaitu hanya 12 MP. Jika dibandingkan dengan seri sebelumnya yang memiliki resolusi sebanyak 24 MP.

Bukan berarti resolusi yang kecil akan menjadikan Sony seri ini tidak bagus, melainkan ada kelebihan lainnya. Penggunaan sensor Exmor CMOS full frame memungkinkan kamera ini dapat menangkap cahaya lebih banyak.

Hal tersebut tentu menguntungkan karena dapat menangkap gambar dengan baik meskipun pencahayaannya minim.

Kelebihan lainnya yaitu noise yang dihasilkan akan berkurang sehingga meskipun resolusinya kecil, detailnya tetap terjaga. Mesin BIONZ X pada kamera ini berguna untuk meningkatkan kecepatan kamera dalam menangkap gambar.

Hal tersebut tentunya menjadi keunggulan tersendiri sehingga pengguna tidak akan kehilangan moment ketika ingin mengabadikan gambar. Rentang ISO yang dimiliki oleh kamera ini mulai dari 50 sampai dengan 409.600.

ISO yang tinggi tersebut dapat menjadi andalan ketika ingin menangkap gambar dengan cahaya yang redup sekalipun.

Fitur yang dikembangkan melalui Sony Alpha A7S Mark II yaitu adanya Fast Intelligent AF sehingga kamera lebih mudah mendeteksi 25 titik kontras. Titik kontras yang banyak tersebut dapat membuat hasil gambar lebih baik dibanding dengan Sony seri sebelumnya.

Karena kamera ini memang jagoan dalam low light, maka terdapat fitur 5 Axis Image. Fitur ini memungkinkan kamera menangkap gambar tanpa blur atau goyang.

Adanya image stabilization yang canggih dapat mendukung kamera ketika menangkap gambar low light. Meskipun pengguna mengoperasikan ISO dan diafragma yang tinggi, gambar yang ditangkap akan tetap fokus.

Berbicara mengenai video, Sony A7S Mark II memiliki kualitas 4K dengan format full frame. Format video yang dimiliki yaitu XAVC S dan bitrate-nya lebih tinggi.

Bitrate yang tinggi dapat mendukung penggunaan memory card kelas 10 dengan kecepatan 100 Mbps. Pengguna juga bisa merekam video dengan slow motion karena kamera ini memiliki mode rekam 120 fps.

Resolusi yang dapat dicapai ketika ingin merekam video slow motion adalah Full HD 1080p. Dengan spesifikasinya yang luar biasa, maka harga-nya pun fantastis. Harga yang dibandrol untuk Sony Alpha A7S Mark II body only adalah Rp35.000.000.

Tentunya harga yang tinggi tersebut tentu berimbang dengan kualitas hasilnya. Jika hanya ingin memiliki kamera Sony dengan harga dibawah 2 juta maupun dibawah 1 juta, cobalah menggali informasi mengenai Sony DSC. Jika Sony seri tersebut belum cukup memenuhi kebutuhan, carilah Sony cybershot sebagai alternatifnya.

15. Sony Alpha A9

Sony Alpha A9
Sony Alpha A9

Pada Juni 2017, Sony membuat gempar jagad kamera mirrorless karena mampu mengeluarkan mirrorless full fare tercepat. Kamera ini adalah Sony Alpha A9 yang diagadang-gadang sangat handal dalam hal kecepatan menangkap gambar.

Sony seri ini dinilai hadir untuk mampu menyaingi kamera professional merk lainnya. Kamera ini mampu menangkap gambar dengan resolusi 24MP dengan kecepatan 20fps.

Hasilnya bukan main bagusnya karena meskipun dibidik dengan kecepatan tinggi, objek yang dibidik tetap fokus dan detail. Dengan kecepatan tersebut, maka kamera ini mampu menghasilkan 241 jepretan foto RAW.

Apabila diconvert menjadi format JPEG, maka kamera ini dapat menghasilkan 362 foto. Kecepatan yang dihasilkan berkat fitur yang melengkapinya.

Fitur tersebut berupa inovasi sensor, teknologi pemrosesan gambar, shutter, dan processor. Kamera ini dilengkapi dengan sensor CMOS full frame 35 mm yang dapat diandalkan.

Model dari sensor ini adalah menumpuk yang dapat memungkinkan adanya memori tambahan. Tumpukan model sensor tersebut juga dapat mengakomodir chip prosesor Sony BIONZ X terbaru.

Fitur shutter elektronik pada kamera ini membuatnya dapat menangkap gambar hanya dengan 1/32000 detik. Teknologi autofocus Fast Hybrid AF-nya juga memiliki 693 titik fokus sehingga mencakup 93% area frame.

Algoritma pelacakan AF/AE yang dimiliki pun super canggih yaitu mencapai 60 kalkulasi perdetik. Itulah yang menyebabkan mengapa Sony Alpha A9 dapat menangkap objek dengan begitu cepat namun tetap fokus.

Kecepatannya ditaksir bisa mencapai 20x lebih cepat dibandingkan dengan mirrorless lain di kelasnya. Kamera ini dapat menangkap gambar lebih cepat namun tetap senyap.

Adanya fitur yang dapat meminimalisir getaran juga membuat penggunanya lebih nyaman ketika menangkap objek gambar. Fitur tersebut bernama 5 Axis Image Stabilization yang dapat meredam getaran hingga 5 stop.

5 Axis Image Stabilization membuat kamera ini tetapi fokus membidik objek, meskipun close up, maupun dengan cahaya redup. Kestabilannya setara ketika pengguna menggunakan kecepatan shutter 5.0 stop.

Kamera ini mengedepankan kenyamanan penggunanya karena memiliki layar sentuh yang fleksibel.

Layar sentuh tersebut memungkinkan pengguna dapat melipat layar sesuai kebutuhan, hingga 107 derajat ke atas dan 41 derajat ke bawah. Sony seri ini dilengkapi dengan layar sentuh LCD tipe 3.0.

Pengguna akan dihadirkan 1.440.000 titik yang dapat meningkatkan resolusi. Titik tersebut memungkinkan pengguna dapat melihat tayangan dengan lebih fokus.

Fitur fokus pada kamera ini memanjakan penggunanya karena hanya tinggal menyentuh layar LCD jika ingin memilih area fokus.

Sony Alpha A9 dilengkapi dengan dua slot memori SD yang dapat memungkinkan pengguna menyimpan lebih banyak gambar. Daya tahan yang dimiliki pun lama, yaitu tahan hingga 480 jepretan foto.

Sony seri ini memiliki bobot 673 gr dengan konstruksi alloi magnesium. Tidak perlu khawatir soal ketahaannnya karena Sony seri ini tahan di segala cuaca.

Pengguna bisa dengan bebas membawa mirrorless ini ketika traveling dengan medan yang berat sekalipun. Kamera ini berbeda pada pengaturan utama dan desainnya, berbeda dengan Sony Cybershot maupun Sony DSC.

Di sebelah kiri dan kanan dekat viewfinder dilengkapi dengan tombol control. Pada sebelah kirim tombol control tersebut adalah untuk drive mode kamera. Sedangkan di kanan, terdapat mode dial yang dapat menjalankan Auto Mode.

Fitur yang canggih serta body yang mewah menjadikan Sony Alpha A9 memiliki harga yang tinggi, yaitu mencapai Rp51.000.000. Harga tersebut tentu sebanding dengan kualitasnya.

Apabila ingin mencari harga kamera dengan range dibawah 1 juta ataupun dibawah 2 juta, cobalah cari Sony seri DSC maupun Cybershot. Sony seri tersebut tetap menghasilkan kualitas gambar yang baik meskipun harganya terjangkau.

16. Sony Alpha A9 Mark II

Sony Alpha a9 II
Sony Alpha a9 II

Sony Alpha a9 Mark II menjadi kamera mirrorless full-frame terbaru yang dikeluarkan Sony dari seri Alpha.  Kamera ini bahkan didapuk sebagai mirroless dengan kecepatan tertinggi. Fitur yang ada pada kamera ini masih memiliki kesamaan dengan fitur generasi sebelumnya.

Sony Alpha A9 Mark II ini menggunkan prosesor dari Bionz X yang kecepatan jepret hingga 10 frame per second. Apabila menggunakan shutter elektronik, burst speed pada kamera ini bahkan bisa mencapai 20 frame per second.

Selain itu, prosesor tersebut juga membuat kamera ini memiliki kemampuan untuk melakukan tracking pada subject yang lebih baik. Oleh karena itu, kamera ini lebih ditujukan pada fotografer yang memiliki kemampuan speed dengan baik. Seperti halnya kamera Sony DSC sebelumnya.

Sony juga mengklaim bahwa buffer pada Sony Alpha A9 Mark II mampu menangkap 361 foto dengan berbagai kualitas. Peningkatan lain di kamera ini adalah kemampuan Auto Focusnya yang jauh lebih baik karena adanya algoritma baru yang digunakan.

Sensor yang digunakan masih sama dengan A9, yaitu 24 megapiksel full-frame, dengan deteksi pada Auto Focusnya sebanyak 693 titik. Kamera ini juga mengusung Display layar sentuh yang memiliki fitur tahan debu dan air yang lebih baik dari generasi sebelumnya.

Kamera mirroless ini juga memiliki fungsi anti-flicker yang dapat mengoreksi kedipan dari sumber cahaya buatan. Fitur tersebut juga dapat digunakan untuk mengoreksi warna dan eksposur pada gambar. Tidak hanya pada gambar individual fitur itu juga berfungsi pada multiple-frames.

Pembaruan pada algoritma dalam kamera ini juga memungkinkan gambar lebih stabil. Peningkatan ini juga berfungsi saat pengambilan  video. Kemampuan kamera ini mirip dengan kemampuan Sony Cybershot yang mampu mengambil gambar bergerak dari jarak jauh dengan kualitas tinggi.

Sedangkan untuk modelnya, Sony Alpha A9 Mark II masih mengusung konsep yang sama. Perbedaanya terletak pada bodinya yang sedikit lebih besar. Beberapa bagian pada desainnnya yang mengalami perubahan adalah pada joystick, tombol AF-on, dan handgrip.

Perubahan lainnya terletak pada kenop exposure compensation yang kini bisa dikunci agar tidak bergeser.  Sony juga memindahkan rear control deal pada bagian top plate. Sedangkan pada bagian penutup konektor dan kompartemen baterai, kamera ini jauh lebih tangguh.

Daya tahan baterai yang jauh lebih panjang dengan menggunakan baterai NP-FZ100. Umur pada baterai juga bisa digandankan menggunakan pegangan baterai vertikal VG-C4EM dengan dua baterai yang terpasang.

Mekanisme shutter yang terbaru membuat kamera ini dapat mengurangi vibrasi saat pengambilan gambar. Peredam pada bagian bodi akan membantu mentransmisikan vibrasi ke seluruh bodi kamera. Hal ini membuat hasil membuat hasil jepretan terhindar dari efek guncangan.

Sony A9 Mark II juga dibekali dengan konektivitas berkecepatan tinggi, termasuk Gigabit Ethernet dan port USB-C 3.2. Dukungan Wi-fi 5Ghz juga tersedia untuk koneksi wireless. Hal ini memungkinkan fotografer dapat  melakukan transfer saat sedang memotret.

Kemampuan Sony A9 Mark II dalam merekam video tidak jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Kamera ini hanya mampu melakukan perekaman dengan resolusi maksimal 4K 8-bit tanpa adanya Log atau HLG.

Dukungan baru lainnya pada kamera ini adalah fungsi memo suara sepanjang 60 detik dalam format .WAV. Fungsi tersebut dapat ditransmisikan secara otomatis melalui aplikasi Transfer & Tagging pada ponsel Sony yang harganya dibawah 1 juta.

Sony A9 Mark II rencanyan akan diluncurkan pada 5 November 2019. Harga yang dipatok Sony  untuk kamera ini adalah sekitar 4.500 US dollar. Apabila dirupiahkan harganya mencapai  63,6 juta. Kualitas kamera ini tentu sangat jauh dibanding dengan kamera yang dijual dibawah 2 juta.

Kamera Digital/Pocket Sony : Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkapnya

Pemilihan pocket camera sebagai alterfnatif penggunaan DSLR memang dianggap sebagai pilihan yang bijak. Peluncuran pocket camera oleh Sony nyatanya memang berhasil menarik perhatian para pecinta traveling.

Sony menawarkan konsep pocket camera yang elegan dengan kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Berikut adalah jajaran pocket Sony yang bisa dijadikan opsi.

1. Sony WX800

Sony WX800
Sony WX800

Sony WX800 merupakan kamera terkecil di dunia dengan zoom mencapai 24-720mms. Kamera ini memungkinkan penggunanya untuk mengambil gambar dengan hasil memuaskan dengan mudah. Kemampuan dari Sony Cybershot ini dalam mengambil gambar jarak jauh tidak perlu diragukan.

Sony juga memberikan algoritma canggih pada kamera ini untuk mengurangi efek guncangan yang terjadi saat pengambilan gambar. Zoom assistnya dapat digunakan untuk membingkai objek bergerak dengan lebih mudah. Objek dapat diperbesar tetapi dengan resolusi yang tinggi.

Hal itu karena Sony melengkapi kamera ini dengan lensa ZEISS Vario-Sonnar yang memiliki tingkat pembesaran yang tinggi. Tambahan sensor giroskop pada kamera ini akan membuat hasil jepretan lebih halus dan stabil.

Sensor giroskop yang merupakan fungsi optik tersebut membuat stabilisasi pada gambar dapat dilakukan tanpa pengurangan resolusi. Akibat adanya fitur tersebut guncangan saat mengambil foto pun tidak akan mempengaruhi hasil jepretan.

Wi-fi dan NFC bawaan pada kamera ini memungkinkan penggunanya dalam berbagi hasil jepretan. Fitur lain pada kamera Sony DSC-WX800 ini adalah Auto Focus  yang cepat dan presisi. Hasil jepretan pun akan lebih jernih meski objek diperbesar dan berada pada jarak jauh.

Kecepatan Auto Focus pada kamera ini  dapat digunakan untuk mengambil gambar kontinu hingga  10fps maksimal.  Pengguna dapat mengambil objek yang bergerak dengan mudah. Apalagi ditambah dengan fitur Eye AF yang dapat memfokuskan gambar pada mata secara otomatis.

Sony juga melengkapi fitur canggih dalam kamera ini sehingga dapat mengambil gambar kontinu hingga 155 foto. Kamera ini akan sangat cocok digunakan untuk merekam objek yang bergerak dengan cepat. Pengguna dapat menyeleksi hasilnya dalam kelompok.

Sony WX800 ini juga dilengkapi dengan LCD yang dapat diputar sehingga memudahkan dalam mengambil gambar, khususnya saat melakukan selfie. Tidak hanya itu kamera ini juga dilengkapi dengan fitur One-touch yang dapat memudahkan proses tranfer foto.

Fungsi sentuh pada Sony WX800 yang sederhana membuat penggunanya dapat mengatur fokus dengan lebih cepat. Pengguna juga dapat dengan mudah mengontrol rana pada kamera melalui LCD. Proses pengambilan gambar jadi lebih mudah dilakukan.

Fungsi fokus sentuh tersebut mampu membuat objek yang diambil tetap pada tempatnya. Fokus sentuh juga berfungsi secara intuitif pada tepian bingkai, bahkan pada saat gambar dibingkai ulang. Hal ini tentunya memudahkan pengambilan gambar dan video.

Sensor CMOS Exmor R memungkinkan Sony WX800 untuk mengambil gambar yang bercahaya belakang dengan resolusi efektif. Selain itu, prosesor BIONZ X yang digunakan akan membuat noise pada hasil jepretan berkurang.

Kombinasi antara lensa, sensor, dan prosesor membuat gambar yang dihasilkan lebih halus hingga gambar dengan cahaya rendah pun lebih indah. Tidak hanya pada hasil jepretan video yang dihasilkan pun memiliki resolusi tinggi hingga video 4K.

Fitur lain yang juga dimiliki kamera ini adalah fitur flash pop-up yang memungkinkan kamera dapat mengambil gambar di ruang gelap. Saat diaktifkan secara manual, pengguna dapat mengatur Sow Sync dan Rear Sync yang bisa diatur untuk berbagai keperluan mode flash.

Sony mengeluarkan kamera ini dalam dua pilihan warna, yaitu hitam dan putih. Meski mengusung desain minimalis dalam penampilannya, kamera ini memiliki kualitas yang tidak main-main. Apalagi dengan adanya lensa bawaan yang mumpuni. Oleh karena itu, harganya bukan dibawah 2 juta, apalagi dibawah 1 juta rupiah.

Pengguna dapat membawa pulang Sony WX800 dengan harga 7 jutaan. Harga tersebut sudah termasuk kamera, baterai, charger, dan strap yang bisa dipasang pada kamera. Performa yang cepat, powerfull, dan easy to use membuat kamera ini didapuk menjadi kamera digital terbaik.

2. Sony WX350

Sony WX350
Sony WX350

Dalam bidang teknologi, kemampuan Sony memang tidak perlu diragukan lagi. Sony memang dikenal sebagai salah satu penghasil teknologi terbaik. Salah satunya adalah dalam teknologi kamera. Sony mengeluarkan kamera Sony WX350 sebagai pocket kamera atau kamera saku pada tahun  2014 yang lalu.

Kamera ini juga digadang sebagai update dari seri sebelumnya yaitu Sony seri WX300 di tahun 2013. Memiliki berat 137 gr, yaitu lebih ringan 50 gr dari series sebelumnya, WX350 menawarkan fitur merekam video dengan kualitas HD. Tidak hanya itu, WX350 juga sudah menggunakan prosesor image new BIONZ X.

Sony WX350 dilengkapi dengan sensor Exmor R CMOS 18.2 MP yang didukung dengan kekuatan zoom optic 20x. Dilengkapi pula dengan tambahan 40x clear image zoom, WX350 pantas disebut sebagai kamera terkecil serta teringan di seluruh dunia. Ini juga tidak terlepas dari hebatnya kemampuan 20x zoom opticnya.

Sony WX350 dengan 20x zoom optic akan bisa menghasilkan foto close up yang bagus meski dalam jarak jauh. Tentu hal ini juga disebabkan oleh kinerja Lensa Sony G yang luar biasa. Fitur Optical Steady Shot pada kamera ini juga tak kalah hebat dalam menghasilkan video HD tanpa blur.

Untuk sensor, penggunaan Exmor R CMOS dipadukan dengan prosesor BIONZ X akan siap untuk menghasilkan gambar tajam dan cerah pada setiap jepretannya. Bagi yang ingin melakukan kegiatan berfoto malam hari, rentang ISO 80-12.800 pada kamera ini akan sangat membantu. Rentang ISO tersebut mampu menghasilkan gambar yang tajam walau pada low-light.

Seakan tidak puas untuk memanjakan penggunanya, sony memutuskan untuk menambahkan fitur auto object framing dan juga auto lock-on pada WX350. Ini berguna untuk membidik subjek foto dengan sempurna. Sementara auto lock-on sendiri bisa digunakan apabila pengguna ingin membidik subjek foto berdasarkan karakteristik.

Sony cybershot jenis ini sungguh banyak diminati oleh kalangan masyarakat. Selain dengan fiturnya yang canggih, para pengguna juga dimanjakan oleh berbagai efek gambar bawaan. Pengguna sekarang bisa mengedit foto tanpa perlu mengunduh perangkat tambahan. Tidak heran mengapa kamera ini sangat laris di pasaran.

Bagi para pengguna yang menyukai pembuatan film, series WX350 juga menyediakan fitur panorama. Kamera ini akan otomatis menyatukan beberapa frame hingga menghasilkan gambar yang bergerak.

Setelah itu, pengguna yang ingin menyaksikan hasil pengambilan gambar bisa langsung menghubungkan kamera ini pada TV Ultra HD.

Kamera Sony WX350 tersedia dalam beberapa pilihan warna menarik seperti hitam, putih, dan juga merah muda. Berbagai warna ini sangat cocok untuk pengguna yang sporty dan juga energik. Kamera ini juga sudah dilapisi dengan aluminium yang elegan. Pengguna menjadi lebih nyaman untuk membawa kamera ini ke manapun.

Apabila pengguna sudah puas menggunakan kamera WX350 untuk berfoto, Sony juga menghadirkan fitur NFC dan WIFI untuk kemudahan dalam berbagi. Membagikan foto pada sosial memang sedang menjadi trend masa kini. Kamera WX350 mendukung agar pengguna bisa langsung berbagi foto kepada orang-orang terdekat.

Selain itu, kamera ini juga sudah kompatibel dengan aplikasi iMovie dan juga Final Cut Pro X. Pengguna smartphone juga diberikan fasilitas berupa smartphone remote app. Fitur ini yang berfungsi sebagai pengubah pengaturan dan kemampuan zoom pada kamera.

Kamera Sony WX350 ini sayangnya memang tidak dibandrol dengan harga dibawah 2 juta maupun dibawah 1 juta. Kendati demikian, ini tentu sepadan dengan fitur-fiturnya yang canggih dan juga ukurannya yang kecil serta ringan. Sony dsc jenis ini nyatanya dibandrol dengan harga resmi Rp3.000.000,- pada tahun 2019.

3. Sony WX220

Sony WX220
Sony WX220

Sony seakan tidak pernah habis mengeluarkan berbagai teknologi baru, salah satunya adalah teknologi kamera. Pocket camera cybershot dsc WX220 diluncurkan oleh Sony dengan mengusung berbagai macam fitur canggih bagi para penggunanya. Sony WX220 ini juga sering digadang sebagai seri kamera istimewa di kelasnya.

Kamera saku atau pocket camera WX220 memang merupakan salah satu kamera yang memiliki desain ringkas namun tetap elegan. Sony memang sudah menentukan konsep colourful dan energik untuk kamera ini.

Penyematan fitur sensor EXMOR R CMOS yang dipadukan dengan prosesor BIONZ X akan sangat membantu untuk menghasilkan gambar yang jernih.

Tidak hanya itu, dibekali dengan lensa G Sony terbaru, Sony WX220 ini bisa melakukan hingga 10x zoom optic. Kendati kamera ini tidak memiliki fitur mengganti lensanya, namun hasil gambar yang dihasilkan jauh lebih baik dari pada penggunaan kamera di kelasnya. Sony WX220 juga dibekali dengan fitur tambahan yaitu Steady Shot.

Fitur Steady Shot bisa dimanfaatkan pengguna untuk menghasilkan gambar yang lebih lebih stabil dengan bergerak secara giroskopik. Didukung dengan warna-warni yang memikat  yaitu gold, black, dan pink menjadikan pocket kamera ini sangat menarik. Untuk harga, kamera yang satu ini memang belum berada dibawah 1 juta maupun dibawah 2 juta.

Kamera Sony WX220 dibandrol dengan harga Rp2.500.000,- di pasaran. Ini sebanding dengan fitur-fitur yang bisa dinikmati oleh pengguna. Kendati Sony cybershot ini hanya berupa kamera saku, tetapi tetap tidak bisa untuk dipandang sebelah mata. Faktanya, kamera ini tetap bisa membidik gambar dengan low-light.

Ini disebabkan oleh diselipkannya fitur sensor EXMOR R CMOS tadi. Kamera ini juga memiliki rolusi setara 18.2 MP yang memudahkan untuk menangkap cahaya. Pengambilan foto dengan efek bokeh juga bisa didapatkan pada kamera ini. Maka dari itu WX220 sering mendapat julukan sebagai “Si Kecil Yang Hebat”.

Seri WX220 ini memang tidak dibekali dengan jendela bidik pada fiturnya, namun Sony sudah memprediksi kekurangan tersebut. Sony mengganti jendela bidik dengan memberikan layar LCD berukuran 2.7 inch untuk tampilan yang lebih cerah.

Kamera seri ini juga bisa memberikan performa tinggi di berbagai macam situasi.

Hal ini didukung oleh rentang ISO yang dimiliki kamera WX220. Rentang ISO 80-12800 yang lebar akan menghasilkan gambar yang tajam pada berbagai tempat dan situasi.

Tidak lupa WX220 juga memiliki fitur pixel super resolution technology yang mampu menganalisis setiap piksel pada gambar yang diambil. Tentu saja ini termasuk gambar zoom.

Sony dsc WX220 pun ternyata sudah didukung oleh Dolby digital stereo pada segi audionya. Ini akan memberikan keuntungan bagi para penggunanya yang gemar untuk melakukan rekaman video. Selain itu, kualitas video yang direkam menggunakan kamera ini sudah berbasis full HD hingga 1080 pixel.

Seluruh rekaman video yang diambil dapat diedit menggunakan efek-efek canggih yang ada pada kamera ini. Salah satu efek yang dibekali Sony pada kamera ini adalah Motion Shot.

Fungsinya adalah pengguna akan bisa merasakan dimana setiap gerakan objek foto akan ditangkap secara berurutan oleh Sony seri WX220 ini.

Selain memang diperuntukkan untuk saku, Sony seri WX220 juga dilengkapi dengan fitur WIFI dan NFC untuk melakukan kegiatan berbagi foto. Kelebihan lain fitur WIFI dan NFC ini adalah dapat mengontrol secara langsung objek foto yang diinginkan.

Sony WX220 tidak salah untuk dijuluki “Si Kecil Yang Hebat”, faktanya dengan kamera saku ini pengguna sudah bisa menikmati berbagai macam fitur. Kamera seri WX220 ini juga bisa dihubungkan dengan smartphone dan juga TV Ultra HD. Tentu ini bermanfaat bagi pengguna yang ingin menikmati hasil fotonya pada layar besar.

4. Sony W830

Sony W830
Sony W830

Berbicara mengenai kamera digital, sudah sangat banyak jenis kamera yang beredar di masyarakat. Kendati demikian, perlu diakui bahwa kamera Sony merupakan salah satu kamera deret teratas dengan berbagai fitur canggihnya. Salah satunya tentu adalah kamera Sony W830 yang terkenal ini.

Pada kelas kamera digital dengan harga dibawah 2 juta, Sony dsc ini digadang sebagai salah satu primadona di kelasnya. Sony pertama kali meluncurkan seri W830 ini pada tahun 2014.

Seri Sony W830 ini mengusung konsep pocket camera yang cocok untuk dibawa saat bepergian.

Pada saat diperkenalkan di pasaran, kamera seri W830 ini mendapatkan perhatian yang cukup besar dari masyarakat. Salah satu alasannya adalah kualitas foto dengan ketajaman luar biasa yang tidak bisa diragukan lagi.

Pocket kamera ini didukung oleh lensa ZEISS Vario Sonar T dengan f3.3 untuk bukaan paling besar. Sementara pada kondisi tele berada pada f6.3.

Penyematan lensa inilah yang menjamin para pengguna bisa mendapatkan hasil foto yang tajam beserta detail yang jelas. Kamera ini juga sudah dilengkapi dengan fitur senso 20.1 MP dengan zoom optic hingga mencapai 8x.

Pengguna juga bisa menghasilkan foto dengan kualitas luar biasa walaupun dalam pencahayaan yang minim.

Ketajaman foto yang dihasilkan oleh Sony Cybershot W830 ini juga tidak terlepas dari pengaruh Optical SteadyShot di dalamnya. Fitur SteadyShot akan mengurangi noise pada foto dan juga mengurangi pengaruh guncangan kecil.

Selain itu, fitur SteadyShot yang dikombinasikan dengan fitur autofocus juga akan berpengaruh pada hasil foto pengguna.

Gabungan kedua teknologi inilah yang digadang sebagai penyebab Sony W830 disebut sebagai pocket camera dengan detail dan hasil foto terbaik. Pengaruh sensor Super Had CCD 20,1 MP dan prosesor BIONZ juga menyebabkan kamera ini mampu untuk menghasilkan gambar sesuai dengan apa yang dilihat oleh mata.

Terlebih dengan disematkannya fitur Intelligent Auto pada seri W830 ini. Fitur ini berfungsi untuk memudahkan pengguna untuk mengatur kamera sesuai dengan cahaya sekitarnya. Bagi para pengguna yang gemar bertraveling, fitur panorama juga telah disajikan pada kamera ini.

Pengguna hanya tinggal menekan tombol panorama, dan secara otomatis kamera akan merangkai beberapa frame untuk menjadi satu kesatuan gambar.

Tidak perlu takut apabila pengguna berada dalam keadaan low-light, kamera ini dilengkapi dengan rentang ISO yang luas. Rentang ISO pada Sony Cybershot W830 ini berada pada ISO80-3200.

Kamera Sony W830 ini memang hanya menggunakan lensa 4,5mm – 36 mm, namun bukan berarti ini bisa dipandang sebelah mata. Sony seri W830 ini tetap bisa menghasilkan foto makro yang baik.

Nyatanya meski hanya dengan jarak foto terdekat sebesar 5cm, kamera Sony seri ini masih mampu menunjukkan kualitasnya.

Harga Sony seri W830 ini masih dibandrol dengan harga Rp1.500.000,- dan masih belum ada yang menjual dengan harga dibawah 1 juta. Kendati demikian, pengguna tidak perlu khawatir karena ini sesuai dengan fitur yang akan didapatkan. Pengguna jadi tidak merasa sia-sia untuk membeli kamera ini.

Keunggulan lainnya dari Sony seri W830 ini adalah tersedianya efek foto yang canggih. Efek ini dinamakan dengan Beauty Effects. Hasil foto yang disertai dengan penggunaan efek bawaan pada kamera sudah bisa dijamin kualitasnya.

Pengguna tidak perlu repot lagi untuk mengunduh aplikasi tambahan untuk mengedit foto.

Beberapa efek yang tersedia seperti Toy camera, partial color, dan soft high-key bisa digunakan pengguna sesuai dengan kebutuhan. Terlebih kamera Sony W830 ini sudah kompatibel dengan iMovie dan Final Cut Pro X.

Hal ini tentu akan memberikan keuntungan bagi pengguna yang gemar melakukan perekaman video.

5. Sony W810

Sony W810
Sony W810

Tren pocket camera atau kamera saku memang tidak pernah ada habisnya. Banyak yang beranggapan bahwa kamera saku lebih praktis untuk digunakan dalam berbagai kesempatan.

Inilah yang menyebabkan Sony mulai memperkenalkan kamera saku. Salah satunya adalah Sony W810 yang diperkenalkan pada tahun 2014.

Pada saat itu, Sony meluncurkan dua pocket camera sekaligus. Seri W810 ini diperkenalkan sekaligus dengan seri W830. Kendati demikian, kamera seri ini mampu menyedot perhatian masyarakat.

Sampai saat ini Sony seri W830 masih menjadi salah satu pocket camera yang paling digemari dari brand Sony.

Apabila menelaah dari ukurannya, Sony W810 ini memiliki dimensi 97 x 56 x 21 mm dengan berat 11 gram. Spesifikasi ukuran inilah yang banyak diminati oleh orang-orang.

Kamera ini memiliki desain yang elegan namun ramping dan tidak memerlukan banyak tempat untuk membawanya.

Sony seri W810 ini hadir dengan dua pilihan warna yang elegan yaitu hitam dan juga silver (perak). Untuk desainnya, Sony seri ini mengusung tema elegan dengan guratan tipis yang terdapat pada bagian depan.

Sementara pada LCD pada bagian belakangnya memiliki ukuran 2.7 inch yang semakin mendukung kecanggihan kamera ini.

Sony cybershot ini dilengkapi dengan lensa 26mm dengan kemampuan hingga 6x zoom optic. Kemampuan zoom hingga 6x ini akan mampu untuk menangkap objek dengan sangat presisi dan juga detail.

Pengguna kini tidak perlu lagi untuk mengambil jarak terlalu dekat dari objek untuk mendapatkan gambar yang mendetail.

Kendati kamera seri ini belum memiliki fitur untuk bisa mengganti lensa, namun kamera Sony seri W810 ini tetap bisa menghasilkan gambar yang baik dan tajam. Ini tidak lepas dari pengaruh penyematan sensor Super HAD CCD hingga 20,1 MP.

Perpaduan kedua teknologi tersebutlah yang mendukung kualitas foto pada kamera Sony seri W810 ini.

Selain itu, kamera ini juga didukung dengan fitur Party Mode. Bagi yang belum mengetahui tentang fitur ini, party mode digunakan untuk memudahkan pengguna mengambil foto malam hari. Terutama bagi para pengguna yang berada di luar ruangan. Mode ini bekerja dengan cara memadukan pengaturan flash, intensitas pencahayaan dan juga kromatik.

Rentang ISO pada Sony W810 ini sendiri berada pada rentang ISO 100-3200. Ini termasuk rentang ISO yang sangat mumpuni bagi sebuah kamera saku. Sony dsc ini juga tidak perlu diragukan lagi dari segi ketajaman gambarnya. Baik dari jarak dekat ataupun jarak jauh, kamera ini mampu menunjukkan performanya yang luar biasa.

Untuk harganya sendiri, kamera ini memang dibandrol dengan harga dibawah 2 juta. Untuk kelas kamera digital dengan harga yang relatif ekonomis, Sony W810 ini bisa dijadikan pilihan yang tepat untuk pocket kamera. Kendati demikian, bagi para pengguna yang ingin mencari kamera dengan harga dibawah 1 juta, kamera ini bukan solusinya.

Kamera Sony seri W810 ini masih dibandrol dengan harga Rp1.200.000,- di pasaran. Mengingat fungsinya yang begitu canggih dan juga praktis, harga yang dibayarkan menjadi sepadan dengan apa yang didapatkan.

Kamera dengan seri W810 ini tentu juga dilengkapi dengan fitur istimewanya yaitu Sweep Panorama. Fitur ini bisa digunakan bagi para pengguna yang ingin menangkap pemandangan sekitar yang terlalu luas. Tidak cukup sampai di sana, pada kamera ini juga tersedia berbagai macam efek untuk mengedit foto tanpa aplikasi tambahan.

Beberapa efek yang bisa digunakan antara lain Beauty Effects dan juga Picture Effects. Beauty effects sendiri berfungsi untuk menghaluskan foto. Sementara Picture Effects digunakan untuk mengatur warna dan kecerahan pada foto.

Kamera Sony W810 yang didukung dengan berbagai kemampuan, menjadikannya sebagai salah satu kamera saku terlaku milik Sony. Pengguna kamera saku tentu tertarik menggunakan kamera ini apabila melihat dari kepraktisannya. Inilah alasan hingga saat ini Sony seri W810 masih menjadi idaman banyak orang.

6. Sony RX1

Sony RX1
Sony RX1

Sony RX1 menjadi seri kamera saku dengan model digital yang menawarkan banyak keunggulan di bidang fotografi. Perusahaan Sony memang terkenal akan inovasi mutakhirnya terhadap produk-produk elektronik yang didistribusikan ke pasaran internasional.

Tanpa harus mengandalkan kamera dengan ukuran besar, Sony berhasil menciptakan sejarah dengan menciptakan kamera berkualitas dengan ukuran yang ringkas.

Kehadiran sebuah kamera membantu banyak orang dalam mengabadikan berbagai momen berharga untuk dapat dikenang secara terus menerus.

Harga yang ditawarkan untuk setiap unit kamera pun juga beragam, tergantung dari spesifikasinya. Rentang harga sebuah kamera di pasaran Indonesia sendiri dimulai dibawah 2 juta rupiah dan sudah disertakan dengan spesifikasi kamera mumpuni.

Kelebihan Utama Kamera Sony

Perusahaan Sony yang memfokuskan bisnisnya untuk menghasilkan produk berjenis elektronik ini sudah berdiri sejak tahun 1946 di negara Jepang. Menjadi pemasok kebutuhan elektronik dengan kualitas terbaik, Sony berhasil menciptakan karya terbesarnya, misalnya seperti play station dan kamera.

Produk kamera dari Sony berhasil unggul dari para kompetitornya karena kelebihannya yang mumpuni.

  • View Finder. Setelah melakukan pengambilan gambar terhadap objek yang telah ditentukan, pastinya ingin melakukan pengeditan supaya hasil gambar tersebut lebih baik lagi. Produk kamera dari Sony, salah satunya Sony RX1 mempunyai fitur view finder yang memberikan kemudahan melakukan edit foto sesuai keinginan. Dengan fitur ini, penggunanya tidak perlu menggunakan perangkat editing lainnya.
  • Auto Focus. Produk kamera Sony Cybershot yang disematkan pada seri kamera saku digital ini terdapat fitur auto focus sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Walaupun objek foto bergerak cepat ataupun di dalam sebuah kondisi yang minim cahaya, lensa kamera mampu melakukan tugasnya dengan baik. Hasil fotonya sendiri pun sangatlah tajam secara keseluruhan.
  • Kualitas Video. Tidak hanya menghasilkan foto berkualitas, namun resolusi video yang direkam menggunakan kamera Sony sudah mencapai kualitas terbaik untuk saat ini. Format full HD hingga 1080p ini sudah mampu menghasilkan tampilan video 4K yang memberikan tampilan video yang memukau dan menarik. Hasil dari videonya pun dimaksimalkan untuk menyerupai bentuk asli objeknya.

Spesifikasi Spesial Sony RX1

Sebagai bagian dari Sony dsc, seri kamera Sony RX1 ini mempunyai spesifikasi spesial yang dapat memanjakan penggunanya untuk bereksplorasi.

Terutama untuk orang-orang yang menyukai bidang fotografi, mengabadikan objek yang diminati dengan hasil yang memuaskan merupakan kepuasaan tersendiri. Berikut ini spesifikasi lengkapnya untuk siapapun yang sedang mencari kamera saku digital terbaik.

  • Desain Kamera. Selain memperhatikan kualitasnya, ternyata desain kamera juga mampu menentukan pilihan seseorang untuk memilikinya. Hanya berbobot 482 gram dengan bentuk yang sederhana, yaitu persegi panjang, rasanya memiliki kamera saku ini wajib untuk dimiliki. Lebar dari kameranya pun hanya berkisar 133mm. Meskipun ukurannya kecil, namun kamera ini mempunyai kualitas yang patut diperhitungkan.
  • Performa Unik. Siapa bilang jika ingin memperoleh hasil foto yang bagus minimal menggunakan kamera DSLR?. Dengan performa uniknya, menjadikan kamera saku ini berhasil mematahkan pendapat tersebut karena ukuran lensanya 35mm dengan bukaan hingga f/2.0. Spesifikasi ini sama seperti kamera DSLR, dan sekarang sudah tersedia pada kamera saku yang pada awalnya sempat diremehkan.
  • Memory Recall. Dengan adanya memory recall, hasil foto ataupun video dapat diolah sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Terdapat beberapa perkembangan sistem pada kamera ini yang sudah terbukti berfungsi dengan baik, misalnya saja seperti auto hdr, digital level gaugae dan tiga pengaturan kamera yang berbeda. Hanya dalam satu kamera, semuanya dapat dilakukan secara bersamaan.

Meskipun kamera Sony RX1 bukan termasuk golongan elektronik yang harganya berada dibawah 1 juta rupiah, namun kualitasnya sangatlah baik. Siapapun yang tertarik untuk memiliki kamera saku digital ini, siapkan budget sebesar Rp 8 juta.

7. Sony RX1R

Sony RX1R
Sony RX1R

Sony RX1R menjadi sebuah perangkat elektronik yang berfokus pada kegiatan fotografi ataupun sinematografi. Sebagai salah satu bagian kamera Sony Cybershot, kelahiran seri ini menjadi bukti bahwa ada kamera saku digital beresolusi besar.

Kebutuhan akan lensa kamera yang mampu memberikan performa terbaik, menjadikan kamera ini sebagai primadona dalam kamera elektronik dunia.

Penggunaan kamera awalnya hanya sekedar untuk menyimpan gambaran objek dalam bentuk foto saja. Seiring berjalannya waktu, kemajuan dunia fotografi mendorong industri kamera untuk menyediakan perangkat dengan spesifikasi dan keunggulan terbaiknya.

Dari sekian banyak perusahaan yang saling bersaing mendapatkan perhatian konsumen, Sony dengan kokohnya mampu mempertahankan posisinya sebagai penghasil kamera berkelas.

Kelebihan Penggunaan Kamera Saku Digital

Sebelum membahas lebih jauh mengenai Sony RX1R, ada beberapa alasan mengapa kamera saku digital wajib untuk dimiliki. Kelebihan yang disesuaikan dengan kapasitas dari kamera ini, menjadikan siapapun tertarik untuk membelinya. Terlebih lagi dengan unit kamera Sony dsc yang telah disematkan tiga kelebihan utamanya dan dapat bersaing dengan jenis kamera lainnya.

  • Ukuran. Bukan kamera saku namanya jika ukuran yang tidak praktis untuk diletakkan pada media penyimpanan yang kapasitasnya terbatas. Ciri khas dari kamera saku digital sendiri adalah ukurannya yang mini, ramping dan bobotnya sangat ringan. Saat menaruh jenis kamera ini juga mudah, bisa diletakkan di tas kecil, kantung celana ataupun saku baju.
  • Depth of Field. Sebuah kamera tidak akan mampu menjalankan fungsinya dengan baik saat menangkap gambar tanpa adanya sensor didalamnya. Kualitas sensor yang baik mampu membantu para pengguna kamera untuk membidik objek sesempurna mungkin. Pada kamera keluaran Sony, terdapat fitur depth of field yang dapat menghasilkan gambar dengan resolusi tajam dan nyata secara keseluruhan.
  • Harga. Produk kamera saku digital Sony mempunyai kisaran harga yang berbeda-beda, tergantung dari spesifikasi dan fitur yang disediakan. Ada beberapa unit yang dapat dibeli di kisaran harga dibawah 2 juta ataupun dibawah 1 juta rupiah. Satu hal yang dapat dipastikan bahwa siapapun dapat memperoleh produk dari Sony dengan rentang harga variatif.

Ciri Khas Utama Sony RX1R

Kehadiran seri kamera saku digital Sony RX1R diharapkan menjadi terobosan terbaru di era modern ini. Berbagai macam hal yang dituntut sederhana dan praktis, menjadikan Sony terus berupaya memberikan kenyamanan untuk para pengguna kamera di seluruh dunia.

Terciptanya seri ini disertai dengan ciri khas utama yang sangat menonjol. Berikut ini penjelasannya.

  • Sensor Tipe Full Frame. Satu permasalahan banyak orang saat mengabadikan momen dengan lensa kamera adalah pencahayaan. Terlebih lagi jika melakukannya di luar ruangan dan mengandalkan cahaya alami. Untuk memaksimalkan hasil gambar, kamera ini dilengkapi dengan sensor tipe full frame yang dapat mencakup seluruh cahaya yang ada. Hasil fotonya pun setara dengan bidikan kamera DSLR.
  • Backside Illuminate. Sensitivitas lensa kamera memaksimalkan penggunaan cahaya sesuai dengan kebutuhan. Adanya fitur backside illuminate atau yang lebih dikenal dengan BSI ini memungkinkan lensa menemukan sumber cahaya meskipun tidak dalam intensitas yang besar. Tidak perlu khawatir jika hasil foto yang diperoleh terlalu gelap ataupun terang, karena fitur ini dapat mengaturnya dengan baik.
  • Resolusi Kamera. Resolusi sebuah lensa mampu menunjang hasil bidikan kamera menjadi lebih halus dan sempurna. Penerapan ukuran resolusi sebesar 42,4 megapiksel ini dirasa sangat cukup untuk sekelas kamera saku digital disertai fitur-fitur penunjang lainnya. Jika dibandingkan dengan unit lainnya, sepertinya seri kamera Sony yang satu ini masih sangat unggul dari segi resolusinya.

Siapkan budget yang cukup besar jika tertarik dengan kamera Sony RX1R ini. Meskipun termasuk dalam kamera saku digital, namun peningkatan kualitas dan kinerjanya sudah mempunyai standar layaknya kamera-kamera professional lainnya.

Kisaran harga yang diberikan pada seri ini mulai dari Rp30 hingga 50 juta rupiah.

8. Sony RX100 VII

Sony RX100 VII
Sony RX100 VII

Sony RX100 VII menjadi daftar pilihan untuk para pecinta kamera yang ingin mempunyai unit terbaik dengan spesifikasi handal di kelasnya. Penggunaan kamera tidak hanya untuk mengambil bidikan objek foto saja, namun dapat mengabadikannya dalam video yang lebih hidup.

Salah satu unit yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan video adalah kamera saku digital.

Adanya generasi Sony Cybershot sebagai kamera saku digital terkemuka, memberikan udara segar pada dunia sinematografi. Dengan bobot ringan dan ukurannya kecil, siapapun dapat dengan mudah membuat video dimana saja.

Terlebih lagi sudah bermunculan para Video Vlogger (Vlogger) yang mengabadikannya dirinya dalam bentuk gambar bergerak lalu diunggah ke kanal dunia maya.

Spesifikasi Khusus Sony RX100 VII

Ketika membicarakan spesifikasi sebuah unit kamera, rasanya setiap seri yang dikeluarkan oleh perusahaan Sony selalu berhasil membuat siapapun berdecak kagum.

Terlebih lagi dengan kehadiran Sony RX100 VII sebagai kamera saku digital. Menjadi bagian dari Sony dsc, kehadiran seri ini mempunyai spesifikasi khusus yang berkualitas dan tidak semua kamera mampu menandinginya.

  • Burst Tunggal. Pergerakan objek yang sangat cepat seringkali menjadikan sebuah lensa kamera mengalami kesulitan untuk membidiknya. Jangankan untuk mengabadikannya dalam sebuah video, dalam bentuk foto saja seringkali mengalami blur dan objek tidak tergambar dengan sempurna. Adanya burst tunggal pada seri ini, lensa kamera dapat mengambil gambar secara akurat meskipun objek melakukan pergerakan.
  • Rentangan Zoom. Satu hal yang dihindari pada aktivitas pengambilan foto ataupun video adalah melakukan proses zoom. Semakin memperbanyak penggunaan zoom, maka hasil pengambilan gambar pada objek akan semakin menurun kualitasnya. Rentangan zoom pada kamera menjadikan hasil foto dengan teknik zoom sekalipun akan tetap menciptakan gambar yang tajam dan resolusi warna yang tinggi.
  • Real Time Akurat. Sebuah kamera berkualitas tinggi akan meningkat performanya jika sensor yang disematkan mampu menangkap objek gambar dengan baik. Adanya fitur real time pada seri kamera Sony ini tetap mampu mempertahankan kemampuannya untuk terus fokus pada objek. Sensor yang digunakan pun dapat mendeteksi secara akurat dan detail mengenai objek tersebut dengan cepat.

Fitur-fitur Pendukung Pembuatan Video

Tidak semua kamera saku digital mempunyai fitur pendukung pembuatan video. Seringkali kamera pada umumnya hanya berfokus pada bidang fotografi saja.

Namun untungnya kehadiran Sony RX100 VII menjadi unit yang mampu menunjang berkualitasnya sebuah video yang diciptakan.

Kualitas yang ditawarkan jenis kamera ini disayangkan tidak dalam rentang harga dibawah 2 juta rupiah.

  • Penerapan Mikrofon Eksternal. Penggunaan mikrofon sangat dibutuhkan oleh para pembuat video, khususnya para Vlogger untuk mendapatkan hasil audio yang jelas dan jernih. Untungnya saja kamera ini dilengkapi dengan lubang plug-in yang dapat dipasangkan dengan mikrofon eksternal. Unit kamera seperti inilah yang dibutuhkan untuk membuat video, terlebih jika pembuatannya berada di tempat yang bising.
  • Stabilisasi Video. Kualitas video akan menurun jika proses perekamannya mengalami pergerakan dan getaran yang tidak dapat diminimalisir dengan baik. Jika menggunakan software lain untuk melakukan stabilisasi, maka prosesnya akan membutuhkan waktu yang panjang. Kehadiran fitur stabilisasi video pada seri kamera ini sangat praktis dan tidak membutuhkan banyak perangkat ataupun software untuk mengeditnya.
  • Perekaman Video dengan Fitur HLG. Video kualitas 4K memberikan tampilan gambar yang jernih dan mampu menyerupai objek aslinya.  Ukuran dari QFHD sebesar 3840 x 2160 ini mempertajam hasil rekaman serta disediakannya fitur EY AF Real untuk mendeteksi manusia sebagai objek pembidikan gambar. HLG mempunyai fungsi untuk menghubungkan kamera dengan televisi Sony dengan bantuan kabel USB.

Untuk yang mempunyai budget dibawah 1 juta  rupiah, sepertinya harus bersabar karena saat ini harga yang ditargetkan untuk satu unit Sony RX100 VII sebesar Rp16 hingga 18 juta.

Harga tersebut sebanding dengan kualitas dan fiturnya yang sangat baik untuk pembuatan video.

9. Sony RX100 VI

Sony RX100 VI
Sony RX100 VI

Sony RX100 VI yang telah dirilis semenjak tahun 2018 ini sepertinya tidak kehilangan pamornya sebagai kamera saku digital berkualitas.

Generasi dari Sony Cybershot yang mengedepankan spesifikasi kamera berkelas berbentuk mini ini mampu mengabadikan momen dengan hasil bidikan nyaris sempurna. Kehadiran unit kamera ini diharapkan memberikan aktivitas fotografi terbaik.

Kehadiran seri kamera dari Sony menambah deretan kompetitor unit fotografi dalam standar yang sangat baik.

Pada awalnya kamera saku digital digunakan oleh orang-orang yang tidak begitu mendalami dunia fotografi professional. Penggunaan kamera ini masih dibekali dengan fitur dan kemampuan yang sangat standar, sehingga jenis unit ini sering dipandang sebelah mata.

Fitur Menarik Kamera Sony RX100 VI

Fitur-fitur yang disediakan kamera Sony RX100 VI ini menjadi bukti bahwa kamera saku digital dapat dijadikan alternatif pilihan untuk mempunyai unit pendukung fotografi.

Unit Sony dsc ini juga didukung dengan teknologi canggih yang memberikan pengalaman berbeda dengan hasil maksimal. Terlebih lagi terdapat peningkatan kemampuan kamera yang semakin akurat dan stabil.

  • Teknologi HDT. High Density Tracking (HDT) pada lensa kamera ini  menjadi salah satu fitur yang sangat menonjol. Penerapan auto focus yang akurat menjadikan hasil gambar tetap pada kondisi stabil walaupun mengalami guncangan hebat ataupun pergerakan cepat. Saat melakukan proses pembidikan objek, teknologi HDT mampu mempersingkat waktu pemfokusan lensa selama 0,03 detik saja.
  • Point and Shoot. Dalam sebuah sesi pemotretan, dibutuhkan waktu beberapa kali pengambilan gambar untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Rasanya jika masih menggunakan kamera dengan fitur lama, proses yang dibutuhkan akan lebih lama. Beruntungnya pada kamera ini terdapat fitur point and shoot yang dengan mudah dapat mengambil gambar berkali-kali sangat cepat hingga 24 fps.
  • Sensor exmor RS CMOS. Penerapan jenis sensor Exmor RS CMOS menjadikan kamera ini mempunyai resolusi lensa hingga mencapai 20,1 megapiksel. Tidak tanggung-tanggung, saat sensor berhasil membidik objek, prosesor  yang bernama BIONZ x ini mampu memprosesnya secara cepat dan maksimal. Terdapat peningkatan dari sensor beserta sensor yang disematkan pada kamera, sehingga hasil akhirnya sangat memuaskan.

Peningkatan Performa Optik Lensa

Meskipun Sony RX100 VI mendukung aktivitas fotografi dengan baik, namun fokus utama dari unit ini adalah melakukan pemotretan jarak dekat. Hal ini jarang ditemukan pada sebuah kamera saku digital dengan fitur yang standar.

Nominal harga yang dibandrol dapat dipastikan tidak pada kisaran dibawah 2 juta atau dibawah 1 juta rupiah.

  • Steady Shoot. Kehadiran steady shoot menjadikan lensa kamera ini mempunyai kecepatan hingga 4.0 untuk proses pembidikkan objek. Meskipun melakukan teknik zoom hingga mencapai titik maksimal, hasil gambar dapat dipastikan tetap menampilkan kualitas terbaiknya. Adanya steady shoot juga dapat menjadikan lensa optik pada kamera ini menjadi lebih stabil beserta dengan sistem pemfokusan objek.
  • Fast Hybrid AF. Performa fast hybrid AF memberikan efek lebih maksimal pada proses pengambilan video berkualitas 4K. Dalam proses pembuatannya, pergerakan videonya juga halus dan mampu mengabadikan setiap pergerakan secara jelas tanpa melewatkan satu momen pun. Proses pemfokusannya pun sudah tidak perlu diragukan lagi, terlebih lagi dalam pembuatan video dengan pergerakan yang lambat.
  • Besaran Aperatur. Semakin besar ukuran sebuah aperatur, memungkinkan lensa kamera meningkatkan kualitas pengambilan gambar yang cakupannya lebih besar dan resolusi semakin tinggi. Besarnya aperatur pada kamera saku digital ini mencapai 100mm untuk penggunaan lensa inti, sedangkan aperatur lensa zoom sebesar 200mm.

Bidikan tajam dari kamera Sony RX100 VI dapat dinikmati oleh siapa saja yang sudah mempersiapkan budget sebesar Rp16 juta untuk memperoleh setiap unitnya.

Tidak perlu merasa khawatir harus mengeluarkan dana hingga belasan juta hanya untuk kamera saku digital, karena kualitasnya memang sudah menyerupai kamera professional.

10. Sony RX100 V

Sony RX100 V
Sony RX100 V

Sony RX100 V memberikan kemudahan untuk para generasi modern yang menghabiskan sebagian waktunya untuk mengabadikan setiap momen. Hasil yang diperoleh akan lebih maksimal jika menggunakan perangkat yang memang didesain untuk memberikan performa terbaiknya dalam mengambil gambaran objek. Salah satu perangkat yang sesuai dan cocok digunakan adalah memanfaatkan kamera saku digital.

Sebagai bagian dari Sony Cybershot, kamera saku ini memberikan alternatif pilihan yang sangat praktis. Meskipun ukurannya dapat dikatakan sangat mini, namun jangan meremehkan kemampuannya dalam membidik objek di berbagai macam situasi.

Hal inilah yang menjadikan kamera saku digital semakin digemari dan berhasil mencuri perhatian banyak orang untuk memperoleh kamera berkualitas.

Tampilan Fisik Sony RX100 V

Tampilan fisik pada kamera saku digital mampu mempengaruhi seseorang saat menggunakannya. Meskipun mempunyai banyak fitur yang mumpuni namun tidak nyaman digunakan, sepertinya akan menurunkan daya tarik dari kamera itu sendiri.

Lain halnya dengan kamera Sony RX100 V, tampilan fisik yang disuguhkan tidak hanya menarik namun disesuaikan dengan kenyamanan para penggunanya.

  • Body Design. Tidak ada penambahan elemen yang berlebihan pada tampilan desain kamera saku digital ini. Mempunyai bentuk persegi panjang dengan ukuran 102x58x41 mm ini mempunyai ciri khas tumpul dan membulat di setiap sudut badan kamera. Pada bagian tengah kamera terdapat garis horizontal transparan yang tetap mempertahankan desain dari Sony dsc RX100.
  • Fleksibilitas. Pada kamera ini disematkan sebuah layar dengan fleksibilitas mencapai 180 derajat dengan ukuran sebesar 3 inci. Satu hal yang sangat disayangkan adalah karena untuk sekelas kamera saku digital premium seperti ini tidak dilengkapi dengan fitur touchscreen. Meskipun begitu, keunggulan lain dari layar tersebut adalah tingkat kecerahan warnanya yang sangat baik.
  • Jendela Bidik. Tidak semua kamera saku digital dilengkapi dengan jendela bidik seperti perangkat fotografi professional. Namun pada kenyataannya, Sony benar-benar menambahkan jendela bidik yang diposisikan di pojok kiri atas kamera seri ini. Hal tersebut memberikan kenyamanan untuk para pengguna kamera yang sudah terbiasa menggunakan media jendela bidik untuk mengambil gambar sebuah objek.

Fitur Terbaik

Tidak puas dengan generasi sebelumnya yang sangat membanggakan, kehadiran Sony RX100 V semakin memperkuat seri kamera saku digital dari Sony.

Peningkatan serta penambahan fitur-fitur terbaiknya, menjadikan kamera ini sulit ditandingi oleh para kompetitor lainnya. Meskipun hanya berjenis kamera saku berbasis digital, namun kemampuannya dalam bidang fotografi memang patut diacungi jempol.

  • Kecepatan Auto Fokus. Bagaimana jadinya jika kamera yang digunakan untuk mengabadikan suatu momen atau objek tertentu menjadi terganggu karena auto focus tidak responsif. Penggunaan kamera ini memungkinkan lensa meminimalisir waktu untuk pembidikan terhadap objek foto yang ditentukan, yaitu hanya sekitar 0,05 detik saja. Dengan kecepatan inilah merupakan satu fitur terbaik dari kamera ini.
  • Fitur Slow Motion. Video dengan efek slow motion memberikan tampilan gambaran bergerak yang lebih dramatis namun memperlihatkan setiap detail pergerakan secara keseluruhan. Jika menggunakan perangkat kamera dengan kualitas rendah, maka hasil slow motion itu sendiri tidaklah maksimal. Selain memberikan kualitas tampilan video sangat baik mencapai 4K, pergerakan slow motion pada kamera ini mencapai 960fps.
  • Kecepatan Pengambilan Gambar. Sebuah foto yang terbaik merupakan hasil dari sekian banyak bidikan yang dilakukan sebelumnya. Dibutuhkan kesabaran dalam menentukan posisi, pencahayaan hingga ukuran objek yang difoto mencapai posisi yang terbaik. Untuk mempermudah pengguna kamera, telah disediakan kecepatan lensa mencapai 24fps yang mampu membidik kamera sangat cepat namun dengan durasi singkat.

Fitur premium Sony RX100 V tidak memungkinkan jika kisaran harganya berada dibawah 2 juta atau dibawah 1 juta rupiah. Dengan harga Rp15 juta, perangkat kamera saku digital dari Sony ini dapat dibawa pulang dan siap digunakan.

11. Sony RX100 IV

Sony RX100 IV
Sony RX100 IV

Sony RX100 IV sebagai pendukung perangkat modern yang menghasilkan gambar optimal dapat dijadikan pilihan tepat untuk mengabadikan momen tidak terlupakan.

Meskipun saat ini banyak smartphone yang dibekali fitur kamera, namun menggunakan kamera saku digital sepertinya memberikan hasil yang lebih baik.

Semenjak kehadiran smartphone, sebagian besar para pengguna kamera konvensional berangsur-berangsur beralih ke perangkat ini. Mengutamakan efektivitas penggunaan satu alat yang mampu melakukan banyak fungsi, tidak menyurutkan seri Sony Cybershot ini dalam menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Hal ini dibuktikan dengan seri RX 100 IV yang memberikan fitur unggulan pada sebuah perangkat fotografi.

Spesifikasi Sony RX100 IV

Setiap peningkatkan sebuah performa pada kamera saku digital pasti tidak terlepas dari kualitasnya yang terjaga dan terus dipertahankan. Pada Sony RX100 IV sudah banyak sekali peningkatan dari generasi kamera sebelumnya. Sehingga tidak heran jika harga satu unit RX 100 IV belum tersedia dibawah 1 juta, bahkan dibawah 2 juta rupiah.

  • Control Ring. Seri kamera RX100 IV memberikan kebebasan kepada para penggunanya untuk bereksplorasi dengan adanya control ring. Jika beberapa tahun  sebelumnya control ring hanya ditemukan pada kamera professional saja, namun kini sudah tersedia pada kamera saku digital. Hal yang dapat diatur menggunakan control ring tersebut antara lain seperti rana, mode ataupun aperatur.
  • Bionz X Processor. Hasil foto berkualitas tidak hanya mengandalkan pencahayaan ataupun posisi yang tepat untuk membidiknya. Penerapan Bionz X Processor memberikan kemampuan pada lensa kamera untuk menghasilkan foto dengan detail yang tajam serta tekstur berstandar tinggi. Objek yang dibidik pun akan terlihat hidup dengan adanya detail-detail yang tidak tertangkap oleh lensa berkualitas rendah.
  • NFC. Near Field Communication atau dikenal dengan NFC ini memberikan kemudahan untuk para pengguna RX100 IV dalam melakukan transfer data ataupun preview hasil foto dan video di perangkat lain, misalnya saja seperti smartphone. Hal tersebut sebagai salah satu peningkatan kamera saku digital dari Sony pada seri RX100 yang hanya membutuhkan jaringan Wi-Fi.

Keunggulan Performa Sony RX100 IV

Kemunculan seri keempat dari perusahaan Sony ini membuktikan bahwa kamera saku digital mulai mencuri perhatian. Banyak sekali keunggulan yang dapat diperoleh dari perangkat kamera yang bobotnya sangat ringan dengan ukuran mini.

Bagian dari Sony dsc ini mampu mendobrak pasaran kamera digital dengan sederet keunggulan performa yang terdapat di dalam mesinnya.

  • Anti Distorsi. Tidak hanya fokus pada objek yang diam saja, namun untuk mendapatkan foto terbaik, memanfaatkan objek bergerak adalah pilihan tepat. Anti distrosi pada RX100 IV mampu mengambil setiap momen pergerakan objek secara cepat dan akurat tanpa gangguan. Misalnya saja mengambil gambar pergerakan sebuah peluru yang meluncur dengan cepat dari lubang pistol.
  • Anti Blackout. Pengambilan gambar dalam jumlah yang banyak merupakan sebuah hal lumrah. Tidak mungkin memperoleh foto hanya mengandalkan satu kali proses. Untuk mendapatkan hasil foto yang baik, adanya anti blackout memberikan kesempatan pada lensa kamera untuk membidik setiap pergerakan pada objek. Hal detail sekecil apapun akan tertangkap dengan penggambaran yang sangat jernih.
  • Kecepatan Pembacaan Sensor. Performa kamera seri RX100 IV patut diakui kemampuan pada segi sensitivitas sensornya. Adanya penyematan sensor berjenis Exmor RS Cmos mampu meningkatkan performa sensor lensa hingga 5x lebih cepat, responsif dan akurat. Tidak heran jika saat kamera dinyalakan, maka ketika melakukan pengambilan foto secara mendadak, sensor kamera mampu merespon dengan cepat.

Generasi Sony RX100 IV yang dapat melakukan berbagai macam hal di bidang fotografi layaknya kamera professional dibandrol pada kisaran harga Rp12 juta.

Meskipun harganya cukup mahal, namun jika dilihat dari performa serta kualitasnya, rasanya tidak akan menyesal memiliki kamera saku digital ini.

12. Sony RX100 III

Sony RX100 III
Sony RX100 III

Sekarang ini jika ingin mengabadikan momen travelling tidak perlu membawa kamera yang besar. Sony menawarkan solusi dengan mengeluarkan kamera pocket Sony RX100 III. Memiliki panjang 10.16 cm, lebar 4.1 cm dan tinggi 5.81 cm.

Sesuai dengan namanya, kamera ini bisa dimasukkan ke dalam kantong saku. Tipe body kamera ini termasuk jenis compact dan terbuat dari alumunium. Sehingga beratnya mencapai 290 gram (0.64 lb / 10.23 oz). Maksimal resolusi sensornya mencapai  5472 x 3648 pixel.

Performa kamera Sony RX100 III yang unik dan fitur-fitur yang all in one. Didukung oleh lensa ZEISS, lens focal range mencapai 24-70mm. Lensa Vario-Sonnar T 24-70mm F1.8-2.8 yang ada pada kamera ini memiliki fleksibilitas tinggi.

Pengguna dapat membidik panorama atau foto close up. Kamera Sony dsc ini juga dilengkapi dengan jendela bidik elektronik (EVF) OLED bawaan berlapis ZEISS T. Jendela EVF membantu pengguna membidik dengan cepat dan akurat.

Layar elektronik kamera yang menggunakan EVF OLED Tru-Finder, memiliki kontras dan resolusi tinggi mengusung sekitar 1440K titik jernih sampai ke tepi layar. LCD dapat diputar 180 derajat dan bisa dimanfaatkan untuk selfie.

Kamera canggih ini dilengkapi dengan sensor CMOS 20,1MP Exmor RTM. Ditambah dengan lampu latar 1.0 inci untuk menunjang resolusi tinggi dan menekan noise. Video yang direkam akan berkualitas bagus, karena pembacaan piksel menggunakan XAVC S codec pada 50 Mbps plus resolusi tinggi.

Sony RX100 III dilengkapi fitur Wi-Fi dengan sistem NFC (Near Field Communication). Memungkinkan pengguna melakukan transfer data foto dan video ke perangkat yang kompatibel. Selain itu baterai kamera bisa tahan sampai 320 shots.

Kamera Sony Cybershot DSC-RX100 III bisa dibawa pulang dengan harga mulai Rp5.932.000,-. Pengguna dapat melengkapi kamera dengan berbagai aksesori dengan harga dibawah 1 juta seperti, baterai, case dan pelindung kabel. Sony juga mengeluarkan produk flash eksternal F20M yang bisa meningkatkan performa kamera dengan harga dibawah 2 juta.

Dibandingkan dengan kamera compact seri lain, Sony RX100 III lebih konsisten dalam hal lens focal range dan kecepatannya. Kamera ini dapat memberikan hasil akhir telephoto yang bagus. Meski pada kondisi lingkungan yang minim cahaya dan depth of field.

Prosesor BIONZ X membantu membuat foto menjadi lebih tajam dan menekan adanya noise. Ditambah dengan sensor 1.0 inci, kamera ini dapat mengambil foto low light. Kualitas foto yang dihasilkan akan terlihat bagus dan mengesankan.

Hal yang mengesankan adalah ketika Sony dapat membuat lensa yang jauh lebih cepat hanya dengan peningkatan kecil dalam ukuran kamera. Pihak Sony juga berhasil memasukkan filter kepadatan netral yang dapat digunakan dalam cahaya terang.

Fitur yang sangat membedakan kamera ini dengan kamera compact lainnya adalah pop up built in viewfinder. Fitur keren satu ini memberi pengguna fleksibilitas untuk memiliki EVF setiap saat. Tanpa menimbulkan kesan terlalu besar pada badan kamera.

Segi video yang dihasilkan juga mengalami peningkatan dibandingkan seri sebelumnya. Karena didukung XAVC S codec, kamera ini dapat merekam dengan ukuran resolusi mencapai 1080 / 60p pada 50Mbps. Kualitas video yang dihasilkan tidak perlu diragukan lagi karena beresolusi tinggi.

Pengguna dapat langsung mengirimkan hasil foto dan video dari Sony RX100 III dengan transfer nirkabel ke perangkat televisi (kompatibel dengan NFC), smartphone dan tablet android. Sony juga menambahkan slot HDMI pada kamera, sehingga hasil foto dan video dapat dilihat di layar yang lebih lebar.

13. Sony RX100 II

Sony RX100 II
Sony RX100 II

Sony Cybershot DSC RX100 II pernah menjadi kamera pocket premium yang laris di berbagai daerah selama 12 bulan pada tahun 2017. Salah satu alasannya adalah karena Sony RX100 II memiliki fitur sensor 1.0 inci yang lebih besar daripada kamera dsc lainnya.

Sony RX100 II memiliki ukuran dengan panjang 10.16 cm, lebar 3.83 cm dan tinggi 5.81 cm. Berat kamera mencapai 254 gram meskipun lensa zoom yang cukup besar mendominasi bagian depan badan kamera.

Dengan sejumlah fitur canggih yang ada, kamera ini cocok untuk fotografer berpengalaman yang mencari kamera pocket praktis.

Didukung oleh sensor CMOS Exmor R tipe 1.0 inci (13,2 x 8,8 mm) yang menyimpan resolusi mencapai 20,2 juta pixel. Sensitivitas ditingkatkan mencapai ISO 12.800 dari seri sebelumnya. Prosesor BIONZ membantu menciptakan detail foto dan menekan noise.

Fitur ini mendukung kamera bekerja dalam kondisi low light.

Sony menambahkan fitur SteadyShot untuk mengurangi blur. Bahkan dalam keadaan pencahayaan rendah. Dalam segi video, kamera ini dapat merekam dengan resolusi Full HD 1080i/p pada kecepatan 24 dan 60 fps.

Seri ini tetap menggunakan lensa ZEISS Vario Sonnar T dengan zoom optik mencapai 3,6x, focal length setara 28-100mm serta aperture mencapai f/1,8. Fitur ini dipertahankan karena sangat populer di kalangan fotografer.

Kombinasi kecepatan lensa dengan sensor yang besar dan aperture, memungkinkan pengguna untuk menciptakan efek depth of field. Belum lagi Sony RX100 II ini pun dapat digunakan untuk mengambil gambar dengan efek bokeh. Hasilnya sama seperti gambar yang diambil menggunakan kamera DSLR.

Salah satu perubahan dari seri sebelumnya pada body kamera adalah bagian layar. Ukuran tetap sama dengan seri sebelumnya yakni 3 inci dengan high resolusi 1229k dot. Akan tetapi pada Sony dsc RX100 II ini layar dapat dimiringkan ke atas dan ke bawah.

Layar LCD Xtra Fine akan tetap terlihat dengan jelas bahkan dibawah sinar matahari. Karena didukung dengan teknologi WhiteMagic Sony menghasilkan layar dengan kontras sangat tinggi. Sehingga pengguna nyaman menggunakan kamera di luar maupun dalam ruangan.

Layar LCD dapat dimiringkan hingga 45 derajat ke bawah dan 84 derajat ke atas. Fitur ini memudahkan pengguna untuk mengambil gambar atau video.

Bagian depan badan kamera ada lensa dan lubang intip di sebelah kiri. Lubang ini berfungsi untuk mengatur self timer/AF.

Selain itu ada tambahan fitur flash pop up yang otomatis keluar ketika pengguna memilih mode flash. Pengguna juga dapat mengatur flash secara manual.

Seri Sony RX100 II memiliki fitur Intelligent Auto Scene Recognition. Pengguna cukup mengarahkan kamera pada suatu pemandangan atau objek.

Nantinya kamera akan menganalisa dan otomatis memilih salah satu dari 11 setting yang paling sesuai.

Upgrade terbesar pada seri ini adalah penambahan konektivitas Wi-Fi. RX100 II merupakan kamera compact Sony yang pertama memiliki fitur konektivitas NFC (Near Field Communication). Pengguna dapat mengontrol kamera dari jarak jauh dan memindahkan data dari kamera menuju perangkat yang kompatibel.

Sony juga menambahkan Multi Interface Shoe sebagai peningkatan karena tidak adanya hotshoe (port) pada seri sebelumnya. Adanya fitur tersebut, pengguna dapat menambahkan aksesoris seperti flash eksternal, mikrofon stereo dan remote kontrol.

Sony RX100 II bisa dibawa pulang dengan harga mulai Rp7.499.000,-. Pengguna dapat melengkapi kamera seri ini dengan aksesoris keluaran Sony dengan harga dibawah 2 juta.

Seperti flash eksternal F20M, Gun Zoom Microphone, VCT-SGR1 Shooting Grip, ECM-XYST1M Stereo Microphone, monitor LCD Clip On, dsb. Selain itu, pengguna dapat mendapatkan tas kamera dan filter pelindung dengan harga dibawah 1 juta.

14. Sony RX0 Mark II

Sony RX0 Mark II
Sony RX0 Mark II

Saat ini penggunaan kamera digital cukuplah populer, semua itu tentunya karena semakin banyak model yang beragam, contohnya dari Sony. Dimana kamera digital/pocket Sony; daftar harga dan spesifikasi lengkapnya sangat dicari. Salah satu yang populer dalam pencarian adalah Sony RX0 Mark II.

Type kamera digital ini populer karena terkenal dengan begitu banyak kelebihan padahal ukuran atau body dari kamera ini cukup mungil. Hal itulah yang membuat kamera ini banyak disukai karena cukup mudah dibawa kemana-mana tanpa perlu ribet.

Daftar Harga Sony RX0 Mark II

Untuk harga sendiri kamera digital Sony RX0 II ini dihargai sekitar 8 juta hingga 9 juta yang memang cukup tinggi harganya. Namun jangan salah semua itu sesuai dengan spesifikasi yang ada pada kamera digital ini.

Dimana spesifikasi dari kamera ini akan sangat memanjakan penggunanya dan membuat segala bidikan yang diambil akan baik. Sehingga tentunya harga yang dikeluarkan untuk membeli kamera ini akan sepadan dengan yang didapat.

Untuk daftar harga kamera digital Sony sudah cukup beragam dan tidak semuanya mematok harga tinggi. Ada juga kamera Sony dsc lainnya yang dibandrol dengan harga dibawah 2 juta saja kamera ini terkenal dengan kemungilannya yang mudah digenggam seperti gedget.

Sony memang sering mengeluarkan berbagai type kamera digital dengan berbagai variasi harga. Sehingga akan membuat konsumen dapat memilih sesuai dengan keinginan serta dana yang dimiliki.

Spesifikasi Lengkap Sony RX0 Mark II

Kamera digital Sony RX0 Mark II yang terkenal dengan body yang mungil namun tangguh ini memiliki spesifikasi yang mempuni. Dimana kamera ini telah menggunakan sensor dengan type 0.52″x0.35″ dengan pixel telah mencapai 15.3 MP yang akan memberikan kejernian gambar.

Selain itu resolusi kamera ini sudah Full HD mencapai 1920×1080 serta dapat dizoom hingga 4 kali tanpa membuat hasil yang pecah tentunya. LCD monitor pada kamera ini sekitar 1.5 inch yang cukup memberikan pandangan.

Desainnya yang sederhana tanpa perlu adanya tonjolan-tonjolan yang tidak penting ditambah lagi dengan body yang kuat namun tetap ringan sangat memanjakan penggunanya. Bergaya minimalis namun mampu memberikan daya bidik gambar yang keren.

Untuk spesifikasi dasar cukup baik dimana telah tersedia SD Card serta mensuport berbagai pilihan memory card mulai dari stick micro, SDXC Card hingga SDHC Card. Prosesor gambar yang cukup canggih dan body yang ringkas akan memberikan performa keren tanpa ribet.

Kamera ini juga suport micro/multi USB Terminal, Micro HDMI, Hi-Speed USB2.0, Wi-fi yang akan mempermudah dalam pemindahan data tentunya. Dengan ukuran 59 x 40.5 x 35 mm yang memang mungil namun tetap mengasikan untuk digunakan.

Sony RX0 Mark II ini memiliki keunggulan yaitu kedap air mencapai kedalaman sekitar 10 m/33 ft tanpa memerlukan casing khusus bawah air tentunya. Selain kedap air kelebihan lainnya yaitu kamera ini tahan terhadap guncangan sehingga aman saat dibawa berpergian jauh.

Bahkan kamera ini mampu melakukan mode slow motion hingga 1000 fps sehingga tentunya pengguna akan sangat dimanjangan dengan fitur ini. Kamera ini masuk dalam type Sony cybershot  yang memang terkenal dengan keakuratan gambar.

Selain itu type ini juga telah ada yang dibandrol dengan harga dibawah 1 juta saja dimana tentunya cocok untuk kantong pelajar namun spesifikasi yang ada tetap tidaklah buruk.

Memang kelebihan dari kamera Sony tentunya adalah kemudahannya untuk dibawa kemana-mana serta harga, type dan model yang bervariasi.

15. Sony RX 0

Sony RX 0
Sony RX 0

Penggunaan kamera digital saat ini memang sudah cukup penting mengingat sudah banyaknya pekerjaan yang memanfaatkan dari hasil gambar atau video kamera digital. Salah satunya yang populer adalah Sony.

Sehingga kamera digital/pocket Sony; daftar harga dan spesifikasi lengkapnya cukup banyak dicari, contohnya kamera digital Sony RX 0.

Kamera yang masuk type Sony dsc ini memang terkenal dengan body mungil namun tentu saja performa yang diberikan sama sekali tidak mengecewakan. Sehingga kamera ini populer di cukup banyak kalangan masyarakat.

Daftar Harga Sony RX 0

Perlu diketahui bahwa untuk harga baru kamera digital Sony RX 0 ini cukup terjangkau dimana seharga kurang lebih 7 juta hingga 8 juta saja. Namun spesifikasi yang akan didapatkan sangat memuaskan tentunya dan sesuai dengan harga yang dikeluarkan.

Kamera ini termasuk dalam type Sony cybershot yang terkenal memiliki body mungil namun spesifikasinya tidak perlu diragukan lagi. Apa lagi untuk model-model yang lainnya sudah ada yang dibandrol dengan harga murah yaitu dibawah 2 juta dan dibawah 1 juta saja.

Perbedaan harga dari kamera Sony ini tentunya hanya membedakan spesifikasi yang ada pada kamera. Namun jangan salah untuk yang berharga murah pun spesifikasi dapat terbilang cukup baik.

Semua itu karena Sony selalu memberikan spesifikasi yang baik pada kamera digitalnya baik dengan harga jual yang murah atau tinggi. Sehingga tentu saja daftar harga kamera Sony yang cukup banyak dan bervariasi akan sangat memudahkan konsumen untuk memilih.

Spesifikasi Lengkap Sony RX 0

Untuk spesifikasi yang ditawarkan oleh kamera digital Sony RX 0 ini cukuplah baik dan tentu akan membuat penggunanya puas. Dimana type ini terkenal dengan ulta compact action kameranya.

Sensor yang ada pada kamera ini sudah mengusung tipe 1.0 dengan aspek rasio 3:2 sehingga tentu saja hasil bidikan akan jauh lebih bagus. Dilengkapi dengan pixel mencapai 21 MP serta dilengkapi resolusi 1920×1080 yang akan memberikan kepuasan membidik.

Kamera digital ini telah dilengkapi juga dengan LCD Monitor seluas 1.5 inch dan telah Full HD. Dengan begitu tentu saja hasil dari pengambilan gambar akan jernih dan menghasilkan karya yang keren.

Untuk suport memory pada kamera ini sudah cukup baik dimana mampu mensuport memory stick micro, SDHC, SD Card hingga SDXC Card. Sehingga dalam proses mengganti memory tidak akan sulit karena cukup beragam memory yang disuport.

Tentu saja kamera Sony RX 0 ini juga telah suport Wi-fi dengan kecepatan 2.4GHz band, lalu ada juga suport multi/micro USB terminal. Serta tentu saja juga suport bluetooth dan microphone jack sehingga segala proses menstransfer data akan cukup mudah.

Dengan ukuran sekitar 59.0 x 40.5 x 29.8 mm akan mempermudah dalam proses menggengam kamera ini. Selain itu walaupun terkenal dengan mungilnya kamera ini tetap memiliki performa yang baik tentunya.

Kelebihan dari kamera ini adalah tahan guncangan yang sangat cocok jika digunakan dalam perjalanan yang jauh sekalipun. Selain itu jangan risau karena kamera ini juga kedap air sehingga akan mempermudah dalam proses pengambilan gambar.

Body dari kamera ini terkenal dengan kesimpelannya namun tetap elegan serta keren saat digunakan. Ukurannya yang kecil membuat kamera ini cukuplah ringan sehingga dapat dibawa kemana-mana serta cocok dengan lingkungan yang beragam.

Mulai dari pembidikan pemandangan darat, laut hingga ke udara yang akan menghasilkan bidikan karena akibat pengujian kamera yang cukup ketat. Sehingga hal itulah yang membuat kamera ini sangat laris di pasaran dan dengan pengguna yang cukup beragam tentunya.

16. Sony HX99

Sony HX99
Sony HX99

Kamera digital merupakan kamera yang fiturnya jauh diatas kamera smartphone sehingga membuat banyak orang tidak dapat menggantikan kedudukan kamera ini. Salah satunya yang sedang populer adalah kamera digital Sony HX99.

Tentunya membuat kamera digital/pocket Sony; daftar harga dan spesifikasi lengkapnya dicari.

Perlu diketahui bahwa kamera yang masuk dalam type Sony cybershot dimana terkenal dengan bidikannya yang tajam ini memiliki spesifikasi yang baik. Hal itulah yang membuat kepopuleran kamera ini tidak perlu dipertanyakan lagi.

Daftar Harga Sony HX99

Harga baru untuk kamera digital ini terbilang masuk dalam kategori cukup terjangkau dimana sekitar 8 jutaan saja. Mengingat spesifikasi yang disuguhkan kamera ini sangat mumpuni sehingga termasuk dalam kategori harga yang tidak mahal.

Kamera Sony dsc HX99 in terkenal dengan body yang mungil yang akan memberikan kenyamanan saat menggenggamnya. Selain type ini masih banyak kamera digital Sony yang dibandrol dengan harga murah.

Sony telah menyediakan kamera dengan harga dibawah 2 juta bahkan ada juga kamera yang dibawah 1 juta. Tentu saja selain model yang paling membedakan dari kamera ini adalah spesifikasinya namun jangan salah sangka walau murah spesifikasinya tidak kalah dengan Sony HX99.

Variasi harga kamera digital Sony ini tentu merupakan cara yang akan membuat banyak pengguna kamera ini berasal dari berbagai kalangan yang ada. Cukup pilih sesuai minat serta memiliki spesifikasi yang memang sedang dibutuhkan.

Spesifikasi Lengkap Sony HX99

Untuk spesifikasi dari kamera digital ini sangat baik dimana telah mencapai 18.2 Megapixel serta sensor mencapai 1/2/3″ CMOS. Dimana tentunya akan memberikan kejernihan serta ketajaman saat proses pembidikan gambar.

Format file dapat berupa RAW serta JPEG untuk gambar yang akan mempermudah dalam proses penyimpanan tentunya. Ada juga XAVC S serta AVCHD untuk movie dan Dolby Digital 2ch, AC3 serta Linear PCM untuk audio.

Resolusi yang diberikan kamera ini mencapai 4896 x 3672 dengan aspek ratio 1:1, 3:2, 4:3 dan 16:9 yang akan memberikan hasil gambar yang keren. Ditambah lagi dengan pilihan warna yang berupa sRGB dan Adobe RGB yang memberikan banyak variasi pilihan warna.

Untuk kamera lensa telah menggunakan Carl Zeiss Vario-Sonnar, 5 Aspherical, EFL : 4.25-118MM yang akan memberikan hasil sangat maksimal bahkan dalam keadaan gelap sekalipun.

Proses pengambilan jarak jauh dapat juga dilakukan dengan hasil yang bagus karena kamera digital ini mampu memberikan tampilan menawan bahkan walaupun telah di zoom. Dimana batas zoom mencapai hingga 30x tanpa memperburuk hasil gambar.

Iso telah mencapai 80-3200 yang akan memberikan banyak variasi warna dan latar yang baik walaupun pada malam hari. Penyimpananpun telah mensuport cukup banyak memory mulai dari MicroSD, Stick Micro M2, Stick Micro, MicroSDXC dan MicroSDHC.

Selain mempermudah penyimpanan tentu kamera ini telah dilengkapi dengan fitur Wifi, USB dan HDMI D yang akan membuat pemindahan data akan dengan mudah dilakukan. Dengan ukuran 4.0 x 2.3 x 1.4″ / 102.0 x 58.1 x 35.5 mm yang memang mungil.

Namun walaupun mungil fiturnya sangatlah lengkap dan akan memanjakan penggunanya baik untuk pengambilan gambar darat ataupun laut dan udara tentunya. Kamera ini telah menyediakan berbagai efek gambar mulai dari warna pop toy camera, warna parsial, kontras tinggi, lukisan HDR, fokus halus dan masih banyak lagi.

Selain itu masih ada berbagai pilihan gaya kreatif mulai dari standar, potret, senja, jelas, lanskap, sepia dan hitam putih yang dapat dipilih. Tentu hasil gambar akan baik dan warna yang dihasilkan akan beragam sesuai dengan imajinasi yang diinginkan.

17. Sony HX90V

Sony HX90V
Sony HX90V

Sony HX90V menjadi salah satu varian sony dsc yang kabarnya termasuk kamera kompak terkecil. Oleh karena desainnya yang mungil, kamera ini cocok digunakan oleh para pencinta traveling. Ingin tahu lebih jauh tentang varian kamera sony seri ini ?

Dibawah ini akan dijelaskan tentang desain, spesifikasi, serta harga terbarunya.

Untuk desain, kamera ini jika dilihat sekilas memang terlihat mungil dan ringkas. Bicara tentang ukurannya, kamera ini punya dimensi sebesar 101,6 x 58,1 x 35,5 mm.

Beratnya hanya sekitar 245 gram saja. Namun, dibalik ukurannya yang mini tersebut, salah satu varian kamera sony cybershot ini telah dilengkapi dengan view finder.

Istimewanya, viewvinder tersebut bisa ditarik keluar serta bisa juga dimasukkan ke dalam kamera. Pada bagian body kamera juga dilengkapi dengan flash dan lubang intip elektronik dengan desain pop-up. Jika dilihat sekilas dari desain bodynya, kamera ini memang didesain khusus untuk pecinta potografi.

Hal ini terlihat dari adanya cincin kontrol yang mengelilingi lensa. Benda ini tentu saja memudahkan pengguna untuk melakukan setting aperture. Selain itu dilengkapi juga dengan hand-grip yang didesain menonjol agar mudah melakukan ergonomic.

Selanjutnya soal spesifikasi kamera Sony cybershot HX90V yang sepertinya tidak perlu diragukan lagi. Mulai dari lensa yang dipasang adalah berjenis Zeiss Vario-Sonnar T lengkap dengan 30x optical zoom.

Ditambah juga dengan kemampuan digital zoomnya mencapai 60x Clear Image. Apalagi dilengkapi juga dengan teknologi built-in pop up tipe OLED Tru-Finder EVF.

Built in tersebut mampu memberikan tingkat kontras yang tinggi serta menampilkan warna yang hidup. Resolusi kamera yang disematkan yaitu 18,2 megapixel dengan menggunakan sensor Exmor CMOS serta BIONZ X prosesor. Tingkat sensitivitas sensor yang disematkan bekisar di ISO 80-12.800.

Tidak hanya jago membidik foto, kamera ini juga tidak perlu diragukan soal kemampuannya mengambil video. Kamera ini dapat merekam video dengan resolusi 1080p 60 fps. Istimewanya, kamera ini juga telah mendukung perekaman video dengan format XAVC S.

Seperti yang diketahui video dengan format XAVC S ini punya keunggulan sendiri.

Salah satunya adalah akan diperoleh keseimbangan yang pas antara kualitas gambar dengan ukuran filenya. Menjadikan pencinta fotografi begitu ingin mencari jenis kamera yang mampu merekam video dengan format tersebut.

Selain itu, kamera ini juga punya fitur untuk meminimalisir efek goncangan kamera. Fitur tersebut yaitu optical SteadyShot dengan –axis image stabilization.

Lanjut bagian belakang kamera sony HX90V, akan ditemukan LCD berukuran 3 inci. Resolusi LCD tersebut adalah 921.600 dot. Keunggulan dari layar LCDnya yaitu bisa dimiringkan atau di-tilt hingga 180 derajat. Jika diarahkan ke depan, sangat cocok digunakan untuk berselfie.

Selain itu, kamera ini juga mendukung pengambilan gambar pada cahaya rendah sekalipun.

Kemampuan ini didukung dengan fiturnya yaitu built-in pop-up flash. Agar dapat segera berbagi dengan perangkat pintar yang lain sesaat setelah mengambil video, dan foto kamera ini pun didukung fitur lain. Apalagi kalau bukan kompatibel dengan Wi-Fi serta NFC.

Jangan lupa juga jika kamera ini juga built-in GPS yang berguna untuk menandai foto dan video yang diambil. Pengguna masih bisa mengunduh aplikasi PlayMemories atau Camera Apps jika ingin menikmati tambahan fitur lainnya.

Soal baterai, kamera ini digadang-gadang mampu bertahan hingga 390 jepretan.

Sayangnya kamera ini kurang cocok bagi yang ingin mencari kamera dengan harga dibawah 2 juta atau dibawah 1 juta. Satu unit kamera sony cybershot HX90V ini dibandrol dengan harga sekitar 5,5 juta rupiah. Namun dengan harga sebesar itu, cukup setara dengan fitur dari kamera ini yang lumayan lengkap, menjadikannya cukup direkomendasikan.

18. Sony WX500

Sony WX500
Sony WX500

Sony WX500 bisa menjadi pilihan kamera pocket yang memiliki kemampuan optical zoom mumpuni. Salah satu varian kamera sony dsc ini hadir sekitar tahu 2015 lalu, bersamaan dengan varian sony HX90V. Jika dihitung secara matematika, hingga saat ini sudah sekitar 4 tahun yang lalu. Walaupun begitu kamera ini masih banyak dicari.

Mulai dari tampilan desainnya saja sudah membuat banyak orang tergoda memilikinya. Dilihat dari ukurannya, kamera ini sangat mungil dengan desain khas pocket kamera pabrikan sony.

Kamera dsc Sony WX500 ini memiliki dimensi sebesar 101.6 x 58.1 x 35.5 mm. Dengan dimensi tersebut, tentu saja kamera ini sangat pas dimasukkan kantong.

Selain dimensinya yang tergolong mungil, bobotnya pun tergolong tidak terlalu berat. Berat kamera ini hanya sekitar 209 gram saja bila belum dipasangi baterai. Namun, dibalik dimensi dan berat yang tidak seberapa jangan ragukan kemampuan optical zoomnya. Sony WX500 ini bila melakukan digital zoom hingga 60x, serta optical zoom 30x.

Selanjutnya bicara tentang sensor dan prosesornya yang tak kalah hebat. Sensor yang dibekalkan pada kamera ini berjenis Exmor R CMOS dengan resolusi 18,2 MP. Resolusi sebesar itu, akan sangat mendukung untuk menghasilkan hasil foto terbaik. Untuk prosesornya, sony menanamkan untuk varian ini dengan type BIONZ.

Prosesor BIONZ akan membantu kamera dapat menghasilkan gambar yang tajam dengan tingkat kecerahan warna yang sesuai. Kombinasi antara sensor dan prosesor tersebut faktanya bukan pertama kali dilakukan oleh Sony. Sebelumnya mereka pernah melakukannya pada varian WX350 yang ternyata berhasil memberikan hasil paripurna. Akhirnya Sony memutuskan memasangkan kembali pada varian ini.

Jangan ragukan juga kemampuannya saat memotret pada kondisi minim cahaya. Sensor CMOS yang disematkan ternyata membantu dalam hal ini. Rentang sensor kamera ini ada di ISO80-12800. Pada rentang tersebut, bisa membuat kamera tetap menghasilkan gambar sempurna walaupun dengan cahaya minim.

Lanjut pada lensa yang dipakai. Kebetulan sony menyematkan lensa ZEISS yang sekaligus dapat memberikan jaminan jika foto yang dihasilkan pasti berkualitas bagus. Ukuran lensanya sendiri yaitu 4.1-123 mm dengan f3.5-6.4. Lensa dengan ukuran tersebut terbukti mampu menghadirkan foto dengan kualitas terbaik. Mulai dari kondisi wide hingga tele.

Lensa ZEISS Vario Sonnar T yang dipasang pada kamera ini juga dapat mendukung tingkat ketajaman hasil foto. Bahkan kamera ini sanggup untuk memotret makro walaupun punya kemampuan optical zoom yang besar. Sony WX500 ini pun bisa menghasilkan gambar yang tajam ketika digunakan untuk memotret bulan purnama.

Soal baterai, pengguna sebaiknya tidak perlu khawatir. Meskipun tergolong kamera pocket mungil, bukan berarti sony menyematkan baterai dengan kapasitas asal-asalan. Justru, kamera ini dikenal dengan ketahanan baterai yang awet. Hal ini tentu menambah nilai lebih pada pengguna. Bisa bebas memotret tanpa takut daya cepat habis.

Jenis baterai yang disematkan adalah NP-BX1 dan tentu saja bisa diisi ulang dayanya jika habis. Dalam waktu 200 menit, kamera ini bisa dipakai memotret hingga menghasilkan sekitar 400 hasil jepretan. Sepertinya kemampuan baterai kamera pocket seperti ini cukup jarang ditemukan.

Jangan lupa juga kamera sony ini juga dilengkapi fitur Wi-Fi serta konektivitas NFC yang memadahi. Keduanya akan membantu pengguna agar mudah saat ingin mentransfer gambar baik ke PC, smartphone maupun, tablet. Jika ingin memanfaatkan kamera sebagai remote control, pengguna tinggal download saja playmemories App.

Bagi yang ingin mencari varian sony cybershot dengan harga dibawah 1 juta atau dibawah 2 juta kamera ini kurang cocok. Setiap unitnya kamera ini dijual dengan harga sekitar 4,2 jutaan rupiah. Dengan kemampuannya yang cukup mumpuni, harga sebesar itu membuat kamera ini lumayan bisa direkomendasikan.

19. Sony WX300

Sony WX300
Sony WX300

Membahas tentang kamera Sony WX300 memang tidak ada habisnya. Para pencinta fotografi yang mencari kamera pocket dengan kemampuan optical zoom yang paripurna silahkan pilih kamera ini.

Bahkan selain kemampuan optical zoom yang luar biasa, salah satu kamera sony Cybershot pabrikan sony ini pun punya beragam keunggulan lainnya.

Dimulai dari desainnya yang begitu slim dan elegan. Kamera ini dirancang sangat ramping namun kompak dengan ketebalan 2.5 cm. Apalagi ditambah dengan pewarnaan hitam doff, yang tidak hanya memberikan tampilan elegan namun kenyamanan saat dipegang.

Desain yang ramping ini tentu saja memudahkan pengguna membawa kamera kemana-mana.

Sensor yang dipasang pada kamera ini berjenis CMOS “Exmor R” yang memungkinkan pengguna tetap mendapat gambar indah tanpa flash kamera.

Berkat penyematan sensor ini pula, kamera bisa mengambil gambar dengan stabil walaupun pada kondisi minim cahaya dengan menaikkan sensitifitas noise. Namun noise yang dikeluarkan hanya 2x lebih sedikit.

Jangan lupakan juga resolusi kamera dsc ini yang mencapai 18,2 megapixel. Rosolusi sebesar itu termasuk cukup bertenaga untuk ukuran kamera pocket sehingga bisa didapatkan gambar yang jernih, detail, dan tajam. Walaupun sangat ramping, Sony dsc WX300 ini telah dibekali dengan kemampuan zoom optic yang menakjubkan.

Pengguna bisa mengambil gambar dengan super detail dan tajam walaupun jarak jauh dengan fitur 20x optical zoom dari kamera ini. Selain itu, sony WX300 juga telah dibekali fitur Optical SteadyShot dengan tambahan Aktive Mode. Fitur tersebut merupakan salah satu fitur image stabilization dari Sony.

Gunanya untuk mengurangi efek blur karena guncangan saat tombol shutter ditekan. Artinya dengan menggunakan kamera ini, hasil foto atau video akan tetap jelas meskipun sambil snorkeling maupun berenang sekalipun. Tidak hanya bagus untuk mengambil gambar, Sony WX300 ini juga sempurna ketika dipakai untuk mengambil video.

Kamera ini mampu mengambil video dengan kualitas HD. Hal tersebut berkat resolusi perekaman yang turut disematkan pada kamera yaitu full HD1080p. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahwa kamera ini telah dilengkapi dengan fitur Optical SteadyShoot (Active Mode). Jadi dapat mengurangi efek guncangan karena gerakan yang terlalu banyak.

Jaman sekarang, kurang rasanya jika setelah berhasil membidik foto atau mengambil video yang menarik tidak mengunggah atau membagikannya. Jangan khawatir, sony membantu dengan menyematkan fitur built in pada kamera ini. Pengguna dapat langsung berbagi foto atau video hasil bidikan yang dianggap paling menarik.

Namun sebelumnya pengguna harus mengunduh dulu aplikasi tambahan yaitu PlayMemories. Aplikasi ini telah kompatibel dengan perangkat IOS maupun Android. Jadi pengguna kini tak perlu repot memindahkan dulu foto atau videonya ke laptop atau PC. Bisa langsung upload saja ke media sosial yang paling favorit.

Kamera ini juga punya kemampuan lain yang tak kalah menakjubkan. Kemampuan tersebut adalah tangkap moment yang berlangsung cepat seperti halnya saat pertandingan olah raga. Dalam 1 detik, kamera ini mampu membidik sekitar 10 foto dengan stabil pada resolusi  18,2 megapixel. Mengabadikan momen penting secara beruntun, serahkan saja pada kamera ini.

Fitur lainnya yaitu Superior Auto Mode. Fitur ini mengkombinasikan Scene Recognition dengan teknologi kualitas gambar yang tinggi. Jadi fitur ini akan bekerja untuk membantu memilihkan secara otomatis hasil foto terbaik dari 15 pengaturan gambar.

Pengguna akan merasakan manfaat memotret menjadi lebih mudah, cepat, tapi hasil yang didapatkan tetap optimal.

Soal harga, bagi yang mencari kamera dibawah 1 juta atau dibawah 2 juta disarankan untuk tidak memilih kamera ini. Satu unit kamera ini di Indonesia dijual dengan harga 2,9 juta rupiah. Namun, harga sebesar itu cukup setara dengan kemampuannya yang menakjubkan. Sekaligus membuat kamera ini cukup bisa direkomendasikan.

Kamera DSLR Sony : ​Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkapnya

Sahabat fotografer yang sedang mencari kamera dengan fokus yang luar biasa, kamera DSLR menjadi solusi tepat. Ya, kamera yang mempunyai ISO tinggi menjadi incaran untuk dapat mengambil gambar dalam keadaan kurang cahaya sekalipun.

Kamera tipe DSLR juga menghasilkan gambar yang dapat diandalkan. Berikut ini salah satu produk kamera DSLR yang dimilki Sony.

Kamera DSLR Sony Alpha A99 II

Sony Alpha a99 II DSLR
Sony Alpha a99 II DSLR

Kamera DSLR ini dibekali teknologi Translucent Mirror dan full frame sehingga mampu mengikat hati pecinta fotografi. Tentu full-frame dari seri ini berbeda dengan kamera dengan full-frame lainnya.

DSLR ini dibekali dengan sensor CMOS EXMOR-R beresolusi 24,3 megapiksel. Prosesor dengan tipe BIONZ mampu dengan cepat untuk proses pengambilan gambar dan video.

Prosesor BIONZ memiliki kecepatan hingga 12-fps. ISO yang mencapai dengan 25.600 mampu meningkatkan sensitivitas. Untuk melihat hasil jepretan dari Sony Apha A99 II juga dilengkapi dengab fitur LCD monitor 3 inchi.

LCD dengan type VGA 640 x 480 piksel ini dapat memperlihatkan artikulasi dari depan kamera maupun dari beragam sudut.

Yang menjadikan kekurangan dari kamera Sony A99 II adalah layarnya yang belum berlayar sentuh. Walaupun belum layar sentuh, dengan kecanggihan teknologi RGBW White Magic memungkinkan layar LCD kamera mempunyai tingkat kecerahan yang tinggi.

Jumlah titik yang dihasilkan dari LCD mencapai 1.228.800 dan tetap menghemat daya baterai.

Selain para fotografter, videograferpun juga dapat memiliki DSLR Sony tipe ini. Hal tersebut karena mempunyai fitur beragam spesifikasi dari video sentris. Dengan opsi Slow and Quick yang mendukung rekaman video, memungkinkan frame rate dapat menyesuaikan dari angka 1 hingga 120 fps. Hasil video yang dihasilkan sangat maksimal.

Video yang diputar tidak pernah terputus-putus.

Sebagai salah satu kamera terbaik dari Sony, juga menawarkan pengambilan gambar dengan S Gamut dan S Log. Hal ini berguna untuk hasil karya produksi dari video setelah rekaman. Juga para pengguna kamera ini dapat memanfaatkan output dari HDMI.

HDMI menjadi penunjang maupun sebagai konektifitas dalam pengambilan video tersebut.

Untuk menunjang hasil jepretannya, Sony melengkapinya dengan konektivitas yang gampang. Konektivitas tersebut berupa Bluetooth 4.1, Wifi built-in, port HDMI dan NFC.

Baterai CIPA yang berdaya tahan 490 jepretan/charger merupakan salah satu baterai dengan bahan lithium-ion tipe NP-FM500MH. Tentu saja, fotorgafer tidak perlu mempunyai cadangan baterai saat berfoto ke area outdoor.

Harga dari DSLR Sony A99 II

Dengan melihat spesifikasi yang ditawarkan tersebut, pasti sangat menarik hati para pecinta fotografer. Harga yang ddibawakan dari perusahaan Sony memang cukup mencengangkan. Untuk dapat memiliki kamera ini, para fotografer mrogoh kocek dalam-dalam lho.

Harga Sony seri A99 II ini dibanderol dengan harga Rp39.999.999,-. Harga penawaran ini hanya bodynya saja. Untuk menunjang hasil foto yang maksimal, fotografer dapat menambah lensa kamera kit yang belum termasuk dari harga tersebut.

Sangat wajar jika harga yang ditawarkan mahal. Fasilitas dan fitur yang dibawakan Sony sudah sangat lengkap.

Perusahaan dari Sony juga menuturkan, bahwasanya kamera ini juga banyak dilengkapi aksesoris. Aksesorisnya dijual terpisah. Tentunya aksesoris ini akan menunjang lebih baik dari kinerja yang diiberikan Sony A99 II ini.

Kamera Prosumer Sony ; Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkapnya

Seperti yang diketahui, Sony memang tidak pernah lelah untuk meluncurkan teknologi baru, terutama pada kamera. Sony kini memberikan solusi bagi pengguna yang ingin memiliki perpaduan kamera saku dan juga DSLR dengan meluncurkan kamera prosumer.

Menawarkan fitur-fitur yang tak kalah menarik, inilah informasi jajaran kamera prosumer Sony yang terkenal di pasaran:

1. Sony Cyber-shot RX10 IV

Sony Cyber shot RX10 IV
Sony Cyber shot RX10 IV

Bagi pecinta fotografi, kamera tentu menjadi kebutuhan yang sangat penting. Berbagai macam merk dengan spesifikasi yang lengkap bisa didapatkan dengan mudah dan cepat. Salah satu merk kamera yang selalu menjadi primadona dari masa ke masa ialah Sony.

Sebagai salah satu merk yang dikenal oleh masyarakat luas, kamera ini muncul dengan berbagai tipe, salah satunya yaitu sony RX10 IV. Dengan harga yang cukup terjangkau, pengguna sudah bisa memiliki kamera yang satu ini.

Sony RX10 IV muncul dengan AF kecepatan tinggi yang berpadu dengan rentang zoom 25x. Tidak hanya itu, tipe ini juga memiliki banyak inovasi baru yang sudah semestinya dikagumi oleh profesional.

Mulai dari sistem AF ultra cepat,presisi luar biasa, pemrosesan gambar dengan kemampuan tinggi hingga optik legendaris di sepanjang rentang zoom 25x. Kamera ini mampu menangkap gambar diam dan film secara menakjubkan.

Auto fokusnya memiliki kecepatan hingga 0,03 detik sehingga mampu meningkatkan presisi. Hal ini tidak akan membuat gambar kabur meskipun adegan berlangsung sangat cepat sekalipun.

Kecepatan auto fokus ini tentu merupakan auto fokus yang tercepat di dunia. Hal ini dimungkinkan karena sensor gambar CMOS Exmor RS tipe 1.0. pada tipe tersebut mampu menghasilkan auto fokus cepat dan akurat setiap saat sehingga menghasilkan gambar yang berkualitas.

Cakupan auto fokus deteksi fase sendiri terdiri dari 315 titik dan mampu mencakup sekitar 65% area gambar. Sedangkan untuk cakupan auto fokus deteksi kontras terdiri dari 25 titik.

Masih terkait auto fokus, kamera sony RX10 IV ini dilengkapi dengan teknologi tracking auto fokus. Hal ini kemudian membuat fokus selalu melekat pada subjek untuk bisa mengaktifkan titik fokus.

Setiap pengguna akan merasakan sensasi pengoperasian canggih dengan sentuhan yang mudah untuk dilakukan. Kontrol fokus dari kamera ini lebih banyak menggunakan sentuhan bahkan ketika mengambil gambar.

Sony RX10 IV sendiri masih mempertahankan sensor 20 mp yang dimiliki oleh generasi sebelumnya. Namun, juga dilengkapi dengan prosesor Bionz X yang diadaptasi dari Sony A9. tipe ini bisa memotret tanpa henti dengan kecepatan yang tidak terkira.

Selain kecepatan dalam pengambilan gambar, sony cybershot ini juga mampu merekam dalam resolusi 4K 30 fps atau 1080p 120 fps. Namun tentu saja yang paling penting dari kamera dibawah 2 juta ini adalah opsi perekaman dalam format S-Log2 dan S-Log3 yang merupakan format RAW.

Di samping auto fokus yang sudah ditingkatkan serta kecanggihan dalam pengambilan gambar, sony dsc juga masih menggunakan lensa yang sama yaitu 24-600mm f/2.4-4. Lensa tersebut merupakan buatan Carl Zeiss.

Tidak lupa juga, kamera dibawah 1 juta ini menyematkan fitur optical image stabilization. Pada kamera ini fitur tersebut berfungsi untuk mengkompensasikan guncangan hingga 4,5 stop sehingga hasil gamabr bisa lebih maksimal.

Selain itu juga dilengkapi dengan viewfinder elektronik berpanel OLED dengan resolusi 2,36 juta dot pada kamera yang mampu membuat hasil gambar maupun video semakin bagus.

Desain intuitif juga dilengkapi dengan tiga ring kontrol khusus pada lensa zoom ring, ring fokus manual, dan ring aperture. Hal ini berfungsi untuk penyesuaian aperture yang halus dan senyap.

Kamera ini semakin lengkap dengan fitur fleksibilitas kontrol, wifi internal, hingga bluetooth. Beragam fitur ini tentu sengaja disediakan untuk berbagi gambar nirkabel dan kontrol kamera jarak jauh baik dari smartphone maupun tablet yang ditautkan oleh perangkat kamera.

2. Sony Cyber-shot DSC-RX10

Sony Cyber shot DSC RX10
Sony Cyber shot DSC RX10

Pecinta fotografi tentu akan mencari kamera dengan kualitas yang super untuk menunjang kegiatannya. Salah satu yang bisa menjadi pilihan adalah sony RX10 III dengan berbagai macam fitur pendukung di dalamnya.

Pengguna bisa mendapatkan hasil foto yang menakjubkan meskipun dengan gerakan yang sangat cepat. Dilengkapi rentang zoom hingga 600mm, sensor gambar tipe 1.0 inchi yang efisien, juga lensa yang memiliki apertur lebar.

Meskipun harga kameranya cukup terjangkau, namun sony RX10 III memiliki spesifikasi yang cukup lengkap sebagai salah satu sony cybershot. Mungkin banyak yang menemukan kamera dengan harga dibawah 1 juta dan dibawah 2 juta, namun fitur yang tersedia belum terlalu lengkap.

Sony RX10 III dilengkapi dengan lensa optik 25x apertur lebar Vario-Sonnar T 24-600mm F2.4-4 diameter besar. Dengan kamera ini akan membuat subjek terlihat lebih menonjol karena juga dilengkapi dengan sensor CMOS tipe 1.0 yang berjajar.

Gambar bisa tetap terlihat menonjol meskipun gambar diambil secara close up. Pengguna akan merasakan pengalaman baru dalam memotret karena zoom yang lebih lebar, kecepatan yang tinggi serta pengoperasian yang hening sepenuhnya.

Untuk kecepatan gambar bisa mencapai 40x tau 960 fps serta mampu merekam film dengan kualitas gambar terbaik. Dilengkapi auto fokus dengan julukan fast intelligent karena memiliki kecepatan hingga 0,09 dtk.

Pengguna akan mendapatkan hasil gambar yang menakjubkan di rentang yang lebih lebar. Dengan lensa zoom yang sudah disebutkan di atas, maka mampu menjangkau rentang dari vista yang terbuka lebar.

Ketajaman gambar akan tercetak dengan sempurna dari ujung ke ujung di seluruh rentang zoom. Dilengkapi dengan delapan elemen kaca ED, hal tersebut termasuk dua elemen kaca asperis ED dan satu super ED. Elemen-elemen tersebut menjadikan unit lensa apertur lebar sangat ringkas. Dengan begitu mampu mewujudkan gambar yang indah hingga rentang ultra-telefoto.

Pengguna Tipe RX10 III ini juga bisa mengambil gambar subjek hingga sedekat 3cm dan sejauh 72cm untuk sehingga akan menghasilkan foto yang menakjubkan.

Di samping fitur yang sudah disebutkan di atas, sony dsc ini juga memiliki stabilisasi gambar yang mampu mengkompensasi guncangan. Hal ini mungkin terjadi apabila mengambil gambar  dengan tangan pada cahaya redup.

Jika tidak ada stabilisasi gambar, maka foto dan video yang stabil hanya bisa diambil dengan kecepatan rana yang lebih tinggi.

Untuk lensanya sendiri dibuat tetap dari tengah ke tepi dengan tetap menjaga resolusi tinggi. Hal ini dikarenakan posisi lensa dan bidang pengolahan gambar sehingga membuat gambar semakin berkualitas. Hal tersebut disesuaikan secara presisi agar bisa memanfaatkan secara maksimal dari keunggulan sensor tersebut.

Tipe ini juga memanfaatkan teknologi cahaya belakang sehingga mampu memaksimalkan kapasitas pengumpulan cahaya. Hal ini berlaku juga meskipun pada sensor yang sangat sensitif sekalipun. Untuk meminimalisir waktu pemrosesan dilengkapi dengan struktur sirkuit berjajar yang makin efisien.

Untuk menangani volume besar data dari sensor dan mereproduksi tekstur dan detail juga dilengkapi dengan mesin pemroses gambar Bionz X. Hal ini bisa meminimalisir kebisingan dan difraksi yang mungkin dihasilkan oleh gambar atau video.

Sedangkan kemurnian kualitas pembacaan piksel penuh tanpa pixel binning. Dengan begitu maka mampu mengompresi sekitar 1,7 kali lebih banyak untuk film 4K.

Bagi yang ingin membuat film, sony RX10 III mendukung profil gambar, S-Gamut/S-Log2. Selain itu juga terdapat output HDMI yang jernih, TC/UB, REC Control, Dual Rec, Marker, hingga fungsi Zebra yang ditingkatkan sehingga membuat kualitas semakin bagus.

3. Sony Cyber-shot RX10

Sony Cyber shot RX10
Sony Cyber shot RX10

Sony RX10 II  merupakan generasi di tahun kedua setelah perilisan dari generasi pertama. Jenis kamera prosumer yang mengusung gabungan performa tinggi DSLR dengan bentuk ringkas hasil adaptasi kamera saku menonjolkan performa terbaiknya.

Menjadi bagian penting dari Sony Cybershot, RX10 II menjadi perangkat pendukung aktivitas fotografi terbaik untuk mengabadikan momen berharga.

Meskipun harga RX10 II belum menjangkau kisaran harga dibawah 2 juta, namun hal tersebut sebanding dengan performanya yang optimal.

Kecanggihan sebuah kamera dengan desain serta kemampuannya yang setara dengan perangkat professional, memberikan pengalaman tidak terlupakan saat membidik objek. Kecepatan dan kualitas yang dihasilkan, menjadikan seri RX10 II layak untuk dipertimbangkan.

Performa Terbaik Sony RX10 II

Penggunaan kamera tidak hanya digunakan oleh orang-orang yang memahami dunia fotografi saja. Kecanggihan teknologi yang semakin baik menjadikan Sony dsc hadir menjangkau seluruh lapisan masyarakat dalam menggunakan kamera berkualitas premium di kelasnya.

Terlebih dengan kehadiran kamera berjenis prosumer yang memberikan kesempatan untuk merasakan canggihnya performa DSLR dengan versi ukuran mini.

  • CMOS 1.0. Kamera tidak akan berfungsi dengan baik tanpa disematkan sebuah Chip. Penggunaan jenis CMOS 1.0, RX10 II dibekali kemampuan untuk menciptakan video dengan kualitas baik dalam penerapan mode lambat ataupun cepat. CMOS 1.0 memberikan peningkatan 40x lebih baik dari generasi sebelumnya, ditambah kemampuan membidik hingga 960fps dalam menghasilkan video mode lambat.
  • Shutter Speed. Saat melakukan pembidikan objek, seringkali para penggunanya kehilangan momen penting yang tidak sempat tertangkap oleh lensa. Penerapan shutter speed RX10 II mempunyai kecepatan hingga  1/32000 detik ini menghasilkan foto detail dari setiap momen pergerakan objek bidik. Hal ini menguntungkan penggunanya karena momen sekecil apapun dapat ditangkap lensa kamera dengan baik.
  • Chip DRAM. Seringkali perangkat kamera mengalami permasalahan dalam proses pengolahan data, baik dalam bentuk video ataupun foto. Kemampuan Chip DRAM RX10 II yang tersusun dengan CMOS EXMOR RS mampu meningkatkan kemampuan membaca data hingga 5x lebih baik.

Kualitas Utama Sony RX10 II

Sebuah kamera dengan performa terbaik memberikan kepercayaan kepada para penggunanya untuk terus menerus mengandalkan RX10 II sebagai perangkat fotografi terbaik. Kualitas utama yang tetap dipertahankan oleh seri kamera ini tidak memungkinkan jangkauan harganya dibawah 1 juta rupiah.

Untuk mengetahui kualitas seperti apa yang ditawarkan oleh RX10 II, berikut ini penjelasannya.

  • Desain Konvensional. RX 10 II masih mempertahankan desain konvensional pada bentuk fisiknya serta dengan penyematan pengaturan kamera secara manual. Meskipun tidak seperti kamera prosumer pada umumnya, hal ini justru menguntungkan penggunanya karena mampu mengatur kemampuan lensa sesuai dengan keinginan. Walaupun Bentuknya konvensional, namun tidak serta merta menurunkan kualitas dari kameranya itu sendiri.
  • Oled Tru-Finder. Penerapan kontras yang baik pada sebuah kamera, menjadikan proses pengambilan gambar akan menghasilkan detail yang baik dan sempurna. Dengan adanya oled tru-finder pada RX10 II ini memaksimalka lensa untuk menggunakan sumber cahaya dengan resolusi sebanding dengan 2359 titik. Kemampuan fokus pada lensa kamera RX10 II juga membantu untuk membidik objek.
  • Zeiss Vario-Sonnar T. Kemampuan aparatur mencapai F2.8 menjadikan lensa dapat melakukan perentangan maksimal untuk membidik objek secara keseluruhan tanpa ada detail yang terlewatkan. Penyematan Zeiss Vario-Sonnar T memaksimalkan kualitas RX10 II semakin responsif menghasilkan kualitas foto dan video yang tajam, jernih dan detail. Untuk jenis kamera prosumer, RX10 II memberikan kualitas yang sangat baik.

Rasanya bukan hal yang mustahil lagi untuk mempunyai kamera professional untuk kebutuhan dalam mengabadikan berbagai macam momen penting. Miliki Sony RX10 II dengan harga Rp20 juta dan satu unit kamera prosumer ini dapat diperoleh di genggaman tangan dan siap menunjukkan performa terbaiknya.

4. Sony HX350

Sony HX350
Sony HX350

Sony HX350 telah menjadi bagian dari deretan kamera prosumer berkualitas. Kegiatan fotografi saat ini sudah sangat melekat di kehidupan sehari-hari, baik untuk sekedar mengabadikan peristiwa penting atau sekedar menyalurkan hobi.

Meskipun kehadiran gawai pintar dengan fitur kamera memberikan sisi praktis, namun tidak ada yang mampu mengalahkan kamera seperti Sony cybershot.

Kamera prosumer besutan Sony ini memang menawarkan harga yang dianggap terjangkau untuk kalangan menengah ke atas. Maka tidak heran jika HX350 belum mampu menetapkan harga dibawah 2 juta bahkan dibawah 1 juta rupiah.

Hal ini dikarenakan seri kamera HX350 telah memaksimalkan performa di beberapa fitur yang tidak semua perangkat memilikinya.

Performa Zoom Sony HX350

Saat menggunakan kamera dengan kualitas standar tanpa adanya peningkatan, maka hasil bidikan lensa kurang memuaskan. Terlebih jika menggunakan fitur zoom untuk menjangkau objek jarak jauh, maka hasilnya menjadi buram dan tidak menonjolkan keindahannya.

Oleh karena itu, pada seri HX350 menjadi kesempatan untuk  Sony meningkatkan performa pada lensa dalam melakukan zoom.

  • Zeiss. Penyematan Zeiss pada lensa kamera HX350 memberikan kemampuan yang luar biasa saat melakukan zoom. HX350 dapat menghasilkan foto dengan kemampuan zoom hingga 50x lebih baik dari lensa kamera pada umumnya. Hasil kontras hingga detail yang dihasilkan dari proses zoom tetap terjaga kualitasnya dan hal tersebut yang menjadikan kamera ini spesial.
  • Lock-On AF. Kesulitan yang sering dialami saat menggunakan kamera adalah kemampuan lensa dalam membidik objek. Membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan fokus dapat menghilangkan detail dan momen yang seharusnya dapat diabadikan oleh lensa kamera. Maka dari itu, HX350 mempunyai lock-on AF yang mempersingkat waktu lensa saat mulai fokus pada objek dengan cepat.
  • Optical Steady Shot. Guncangan dan pergerakan saat melakukan pengambilan gambar pada objek dapat mempengaruhi hasil akhir dari foto itu sendiri. Mulai dari blur hingga kurangnya penggunaan cahaya yang tepat dapat menjadi sebuah masalah. Beruntungnya HX350 tersedia optical steady shot yang mampu meminimalisir guncangan saat lensa membidik objek, sehingga mampu menjadikan kamera lebih stabil.

Fitur Tambahan Sony HX350

Kemampuan dari HX350 tidak hanya unggul pada segi zoomnya saja. Kenyataannya, kamera prosumer besutan perusahaan Sony ini mempunyai fitur-fitur tambahan yang semakin meningkatkan kualitas dari perangkat fotografi ini.

Sebagai kamera generasi Sony dsc, HX350 mampu memanjakan para penggunanya dengan berbagai fitur menarik yang secara lengkap akan dijelaskan dibawah ini.

  • Video Motion Shot. Untuk menghasilkan video saat ini tidak hanya sekedar melakukan perekaman dengan cara yang biasa tanpa adanya penambahan efek. HX350 dilengkapi dengan kemampuan video motion shot yang tidak hanya menghasilkan resolusi video hingga 4K saja, namun setiap pergerakan dari objek yang direkam dapat diabadikan secara detail tanpa ada satupun yang terlewatkan.
  • Intelligent Active Mood. Fitur intelligent active mood menjadikan lens kamera mempunyai kemampuan tingkat tinggi dalam melakukan pengambilan foto dan video lebih baik. Saat melakukan pembidikkan objek, seringkali lensa mengalami permasalahan karena tidak mampu menghilangkan efek blur ataupun kurang fokus pada objek. Dengan adanya fitur ini, permasalahan tersebut dapat terselesaikan dengan mudah dan cepat.
  • Picture Effect. Saat selesai melakukan proses pengambilan foto atau video, untuk memperindah hasilnya, biasanya orang-orang umumnya membutuhkan software khusus untuk melakukan editing. Hal tersebut sedikit merepotkan karena tidak memberikan unsur praktis pada sebuah kamera. Dengan adanya picture effect di HX350, melakukan edit pencahayaan sampai warna pada objek dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

Kamera prosumer Sony HX350 dengan segala keunggulan dan fiturnya yang membanggakan menjadi daya tarik dari beragamnya jenis kamera di pasaran.

Cukup merogoh kocek sebesar Rp.4 juta, maka kamera HX350 sudah dapat dimiliki dan siap digunakan.

5. Sony DSC H300

Sony DSC H300
Sony DSC H300

Sony DSC H300 menjadi rangkaian seri kamera prosumer yang dapat dijadikan sebagai pilihan alat pendukung kegiatan fotografi.

Menggunakan sebuah kamera dengan kualitas mumpuni menjadi standar yang harus dipenuhi jika ingin menghasilkan gambar beresolusi tinggi dan tajam.

Kehadiran prosumer sebagai jenis kamera pendatang baru diharapkan memberikan pengalaman yang berbeda terhadap penggunanya.

Prosumer menjadi andalan Sony dsc yang menjawab permasalahan banyak orang dalam memperoleh kamera berkualitas. Penggunaan kamera yang rumit seringkali menyulitkan orang-orang yang tidak ahli dalam menggunakannya, sehingga tidak mampu menghasilkan bidikan gambar dengan baik. Dikarenakan kamera prosumer merupakan  gabungan dari DSLR dan compact camera, maka penggunaannya termasuk dalam kategori mudah.

Ciri Khusus Kamera Prosumer

Masih banyak tanggapan bahwa untuk menghasilkan foto berkualitas syaratnya adalah harus menggunakan kamera dengan harga fantastis.

Padahal sebenarnya, seri kamera seperti Sony DSC H300 yang termasuk jenis prosumer mampu menghasilkan sebuah gambar yang sangat baik. Kamera prosumer mempunyai ciri khusus yang tidak dimiliki kamera pada umumnya dan wajib untuk diketahui.

  • Desain Kamera. Tidak hanya menggabungkan dua kemampuan saja dalam satu alat, namun dari segi desainya pun juga sangat mempengaruhinya. Ciri khusus dari kamera prosumer adalah bentuknya yang menyerupai kamera DSLR, dengan hand-gip yang sangat nyaman untuk digenggam. Bobot dari kamera prosumer sendiri pun juga jauh lebih ringan dibandingkan kamera DSLR pada umumnya.
  • Penerapan Lensa. Masih menerapkan desain dari kamera DSLR, lensa pada kamera prosumer terlihat menonjol dan kokoh. Satu hal yang berbeda dari kamera prosumer adalah lensa tersebut bersifat permanen dan tidak dapat dibongkar-pasang seperti layaknya kamera DSLR. Namun untuk beberapa fitur lensa kamera prosumer sudah dilengkapi dengan kemampuan yang mumpuni dengan peningkatan maksimal.
  • Mode Kamera. Tidak perlu merogoh kocek yang dalam hanya untuk memperoleh kamera dengan kemampuan pengaturan auto dan manual. Dua pengaturan yang biasanya hanya ditemukan di kamera DSLR namun kini sudah tersedia di kamera prosumer. Hal tersebut sangat menguntungkan para pengguna yang memiliki budget terbatas untuk memiliki unit dengan fitur setara kamera professional.

Fitur Unggulan Kamera Sony DSC H300

Kehadiran Sony DSC H300 menyematkan fitur-fitur unggulannya dan mampu memenuhi kepuasaan penggunanya. Dengan kemampuannya yang setara dengan kamera professional, harga yang dilabelkan pada unit kamera prosumer ini dapat dikatakan sangat terjangkau. Meskipun di Indonesia sendiri, belum ada kamera prosumer yang dijual dari rentang harga dibawah 2 juta dan dibawah 1 juta rupiah.

  • Super HAD CCD. Fitur ini menggunakan sensor kamera dengan resolusi tinggi saat melakukan pengambilan foto dan video. Dalam proses perekaman video, lensa kamera mampu menghasilkan kualitas hingga mencapai 720p dengan resolusi 20,1 megapiksel. Tidak heran jika hasil dari kamera prosumer yang masuk dalam seri Sony Cybershot ini diminati oleh banyak orang, karena hasil bidikannya pun sangat tajam.
  • Optical SteadyShoot. Seringkali para pengguna kamera mengalami beberapa gangguan saat melakukan pengambilan foto pada sebuah objek. Mulai dari pencahayaan hingga pergerakan mendadak yang menjadikan lensa kamera tidak mampu melakukan fokusnya dengan baik. Dengan fitur optical steadyshoot, kemampuan yang sudah ditingkatkan ini dapat dengan mudah melakukan stabilisasi pada lensa kamera prosumer secara otomatis.
  • Clear Photo LCD. Cahaya menjadi sumber utama yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah gambar yang terlihat jelas dan menyeluruh. Namun sayangnya, seringkali cahaya yang dibutuhkan tidak mampu memenuhi standar saat melakukan proses pengambilan gambar. Untungnya saja kamera prosumer ini disematkan fitur clear photo LCD mampu memaksimalkan penggunaan cahaya dengan baik untuk hasil yang optimal.

Jika tertarik untuk memiliki satu unit kamera prosumer Sony DSC H300, harga yang dibandrol seharga Rp2,3 juta. Harga tersebut sangat terjangkau untuk sebuah kamera dengan fitur berkualitas tinggi layaknya kamera profesional.

6. Sony DSC H400

Sony DSC H400
Sony DSC H400

Sony DSC H400 sebagai jenis prosumer di dunia fotografi semakin membuktikan bahwa perkembangan teknologi mampu membawa perubahan pada unit kamera. Prosumer merupakan singkatan dari professional dan consumer menggabungkan dua jenis kamera pada satu alat, diantaranya camera pocket dan DSLR.

Kehadiran seri Sony Cybershot ini semakin menonjolkan eksistensinya di pasaran internasional. Kamera prosumer saat ini menduduki tingkatan middle class berdasarkan spesifikasi dan harga yang ditawarkan untuk setiap unitnya.

Salah satu alasan mengapa banyak pecinta fotografi mulai menjajal menggunakan kamera prosumer karena dengan ukurannya yang ringkas tapi fiturnya mengagumkan. Terlebih dengan kamera prosumer Sony dsc yang sudah diterapkan peningkatan di setiap fiturnya.

Hal Utama Dalam Pemilihan Kamera Prosumer

Untuk memastikan apakah unit kamera mempunyai kualitas baik, pasti ada hal yang wajib untuk diperhatikan sebelum memilikinya. Banyak hal-hal yang harus dipastikan guna memperoleh kamera prosumer sesuai dengan kebutuhan, misalnya saja dari desain hingga lensa. Salah satu kamera prosumer terbaik saat ini dengan kemampuan yang mumpuni adalah Sony DSC H400.

  • Daya Kekuatan Lensa. Pembukaan pada lensa kamera menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Kemapuan untuk mengambil gambar sebuah objek secara utuh sangat dipengaruhi oleh seberapa besar lensa mampu melakukan pembukaannya secara maksimal. Terlebih lagi untuk menghasilkan foto wide angle, pembukaan lensa ideal pada kamera prosumer terdapat pada ukuran diantara 24mm hingga 28mm.
  • PSAM. PSAM merupakan singkatan dari empat kemampuan yang wajib dimiliki oleh kamera prosumer. Kualitas dari tiap kemampuannya mempengaruhi hasil foto setelah dibidik. Diantaranya terdiri dari program mode yang berfungsi menetapkan kecepatan shutter, pembukaan aperture, pengaturan intensitas cahaya dan pembukaan diafragma pada lensa. Pastikan jika PSAM pada kamera prosumer sudah memenuhi standar.
  • Sensor. Sebuah sensor menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan oleh lensa kamera. Semakin baik performa dan ukurannya, maka hasil gambar yang dihasilkan dipastikan menyerupai objek aslinya. Sensor yang berkualitas mampu memaksimalkan penggunaan cahaya dengan baik meskipun dengan kondisi minim pencahayaan. Ukuran sensor yang dinyatakan ideal berkisar diantara 1/1.7 hingga 3 inci.

Keutamaan Kamera Sony DSC H400

Penggunaan kamera seperti Sony DSC H400 diharapkan mampu memberikan peluang kepada siapapun untuk mempunyai unit terbaik dengan harga terjangkau.

Seri kamera prosumer ini mempunyai banyak keutamaan yang sayang jika tidak dapat dirasakan oleh para penggunanya. Jika tertarik untuk mendapatkan seri kamera prosumer ini, berikut merupakan kelebihan utamanya yang paling menonjol.

  • Sweep Panorama. Pernah mengalami permasalahan saat pengambilan gambar sebuah objek karena tidak mampu mengabadikannya secara keseluruhan?. Jika iya, ucapkan selamat tinggal pada permasalahan tersebut. Dengan fitur sweep panorama yang ada pada kamera prosumer ini, pembukaan lensa yang maksimal akan mencakup keseluruhan objek dengan baik. Sehingga hasil foto dan videonya pun tetap utuh.
  • Optical Zoom. Fitur ini merupakan salah satu kemampuan yang sangat spesial dan telah disematkan pada sebuah kamera prosumer. Kemampuan zoom pada lensa sangatlah baik, bahkan mampu mencapai 63X optical zoom, tidak menjadikan hasil foto menjadi menurun ataupun blur. Sehingga jika ingin menghasilkan gambar detail tanpa harus merusak resolusinya, kamera prosumer inilah solusinya.
  • Full HD 1080p. Tidak semua kamera mampu menghasilkan kualitas video hingga mencapai standar maksimal. Dibutuhkan sebuah kamera dengan spesifikasi spesial yang memenuhi syarat dalam proses pembuatan video dengan intensitas warna dan pencahayaannya yang tajam. Pada kamera prosumer seri ini, kemampuan Full HD hingga 1080p menghasilkan pergerakan video yang halus dan terlihat sangat nyata.

Meskipun  Sony DSC H400 mempunyai harga terjangkau, namun untuk saat ini setiap unit terbarunya belum tersedia di kisaran harga dibawah 1 juta hingga dibawah 2 juta rupiah. Dengan harga sebesar Rp3,5 juta, satu unit kamera prosumer berkualitas layaknya kamera professional ini bisa dimiliki.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Kamera Polaroid Terbaik dan Berkualitas
BACA YUK!

Kamera Polaroid

Saat ini khususnya dikalangan anak muda, instant camera atau kamera polaroid sangat digemari. Selain bisa melihat langsung hasil…
Canon PowerShot G1 X Mark II
BACA YUK!

Kamera Pocket Terbaik

Mengabadikan moment indah dengan kamera pocket terbaik 2019 merupakan hal yang mengesankan. Apalagi seiring berkembangnya teknologi, perusahaan kamera…
Kamera Nikon D3100 Terbaru
BACA YUK!

Kamera Vlog Termurah

Pemilihan Kamera Vlog Termurah yang berkualitas tentunya menjadi dasar penting hasil dari sebuah video yang bagus. Fenomena  vlogger…
Fujifilm Instax Mini 7s
BACA YUK!

Kamera Langsung Cetak

Bagi pecinta travelling mungkin sudah bukan hal yang asing menggunakan kamera langsung cetak. Mengabadikan setiap momen bersama orang…
Kamera untuk Vlog
BACA YUK!

Kamera untuk Vlog

Bagi anda yang sedang berburu dan ingin membeli sebuah kamera untuk vlog tentu ada beberapa hal yang perlu…